ATTENTION!!!

Please respect the blog owner by not copying or quoting the blog's content without owner's permission.

You can quote any of the content, but:
1. You ask for the owner's permission (contact me here)
2. You put the direct link to this blog or to the specific post you quote.

Thank you.

Protected by Copyscape Unique Content Checker

Sunday, November 23, 2008

Hiburan di Siang Bolong


Waktu itu (sebenarnya sih udah lama, tapi nggak akan pernah bisa dilupakan) teman sebangkuku , Diba, membawa cologne yang wangi banget, sampai teman-teman sekelasku (terutama yang laki-laki) bilang, "Gila, ada jablay (tau kan artinya) di sini!"
Diba malah nyengir aja. Eh, temanku yang satu lagi, Lala, datang dan minta parfumnya Diba. Teman ku yang cowok (aku lupa siapa, sebut aja si A) bilang, "Iih, mau aja pake parfum jablay kayak gitu!"
Lala yang nggak tau apa-apa marah. Dia nyemprot si A pake parfumnya Diba. Lama kelamaan, Lala jadi nyemprot-nyemprotin parfum itu ke mana-mana, sampai parfumnya abis! Karena belum puas, Lala & Diba nyampurin semua jenis parfum yang dibawa ama temen-temen sekelasku.
Ugh, baunya bikin eneg, walaupun emang harum juga sih...
 

Saat istirahat (aku juga nggak tau kronologi aslinya bagaimana, tapi kira-kira seperti ini), Diba ngeliat temennya (aku tahu sih, tapi sebut aja si B) lagi lewat di depan kelas kita. Tanpa basa-basi, dia nyemprot pasrfum itu ke si B, tapi ya namanya juga anak futsal, si B dengan lihai mengindar dan lari (kaget gitu loh, tiba-tiba ada yang nyemprot sesuatu berbau aneh).
Diba teriak, "Awas lu! Bakal kena parfum jablay kita!"
Pulang sekolah, mereka datang ke anak-anak basket cowok yang lagi ngumpul-ngumpul di depan lab komputer. Pura-pura nggak tau gitu. Anak-anak basket yang lagi ngumpul itu tiba-tiba bubar gara-gara Diba & Lala nyemprotin parfum itu.
Beberapa meter dari situ, Diba ngeliat si B lagi berdiri. Karena si B blom kena parfum jablaynya, terjadilah kejar-kejaran antara Diba & si B. Diba kerepotan, soalnya dia bawa raket bulutangkis di tangan kiri dan parfumnya di tangan kanan.
Tiba-tiba, GEDEBUUKK...!!!! Kulihat Diba jatuh, tersandung pijakan di depan lab komputer. Dan bunyinya itu loh, membuat anak-anak yang asyik dengan aktivitas mereka tadi menjadi diam, bengong, cengo, melihat Diba jatuh.
Anak-anak yang lagi latihan upacara, khususnya paskibra yang sedang menarik bendera, sampai lupa lagu Indonesia Raya yang tadi mereka nyanyikan sudah sampai mana.
Anak-anak yang lagi main basket, tidak memperdulikan bola yang dipegangnya direbut lawan, demi mengetahui asal suara 'gedebuk' itu.
Dan guruku yang kata temen-temen terkenal galak dan jarang senyum itu mendadak tertawa!

Dan simaklah komentar mereka:
"Gue kirain genteng jatuh!"
"Ya ampun, Diba! Jatuhnya lucu banget!"
"Baru kali ini gue liat superman cewek!" (Diba jatuhnya telungkup dengan tangan kanan yg menjulur ke depan, kayak superman lagi terbang)
"Yaahh, Dib... Gue nggak liat cara jatuh lu. Bisa diulang nggak?"
Terakhir, komentar guru-guru yang membina latihan upacara tadi:
"Yang jatuh Diba?!!" (cuma ngomong gitu aja, tapi ekspresinya itu loh yang bikin kita tambah ketawa)

Pastinya, mukanya Diba yang bisa dibilang gelap (sori, diba...) terlihat merah, merah banget...! Kupikir, habis jatuh dia pasti langsung mengejar si B lagi supaya nggak malu. Tapi dia malah lari ke lantai 2, duduk di kursi yang ada di pojokan, badannya gemetaran, keringat dingin, jantungnya pasti dag-dig-dug-der.
Itulah akibat 'parfum jablay'-nya yang nggak jelas itu. Padahal sih cuma gara-gara dikatain doang, eehhh balesannya jatuh.
Bunyinya 'gedebuk' pula!