ATTENTION!!!

Please respect the blog owner by not copying or quoting the blog's content without owner's permission.

You can quote any of the content, but:
1. You ask for the owner's permission (contact me here)
2. You put the direct link to this blog or to the specific post you quote.

Thank you.

Protected by Copyscape Unique Content Checker

Sunday, February 22, 2009

Makan Apa Yaa???

Pernah makan di warung, rumah makan, atau dipinggir jalan nggak? Hehe, kalau lagi beruntung, pasti kita ketemu apa taplak meja Teh Botol Sosro yang warna krem. Tau nggak? Kalau aku sih, sering banget ngelihat taplak itu. Lucu banget deh kata-katanya.

Berhubung aku nggak ada ide buat nulis-nulis di blog, jadi aku masukin beberapa kalimat yang ada di taplak itu...

Makan teman:
Dua sendok iri hati, dituang dalam wajan pengkhianatan, ditumis dengan perebutan kepentingan yang sudah dibuang lapisan kepercayaannya.

Makan ruang:
Sapi potong (yang belum dipotong) dimasukkan ke dalam kulkas satu pintu.

Makan tempat:
Pinggul besar seberat 90 kg, sandangkan dalam angkot, sambil kakinya diselonjorkan.

Makan waktu:
Jagung rebus yang dimakan butir demi butir, pakai tangan.

Makan impian/khayalan:
Keinginan yang besar dicampur sebutir imajinasi, digoreng dengan fatamorgana.

Makan bogem mentah:
Muka merah yang dibalut rasa perih. Terbikin dari sesiung kepalan, ditumbuk dengan 2 iris pukulan, disarangkan telak secukupnya.

Makan pikiran:
Rebusan sebutir telur dari ayam hitam yang masih muda, yang kalau sudah pas 45,6789 gram (jangan lebih ato kurang!!!)

Makan rejeki orang:
Jenis makanan yang merupakan kegemaran para calo tenaga kerja.

Makan gaji buta:
Ambil sejumput kemalasan, secangkir bolos kerja, kocok sampai pulang cepat, jangan ambil kerjaannya dan tidak perlu dipertanggungjawabkan.

Makan kaki lawan:
Siapkan sepotong kesengajaan, iris tipis-tipis, oles dengan tipuan, sajikan dengan tendangan menyamping.

Makan angin:
Dinas luar dengan bos dari pagi sampai jam 5 sore, lengkap dengan suguhan ketidaksabaran, kemenang-sendirian, arogansi, chauvinisme, sambil memborong semua percakapan.

Makan rayuan gombal:
Sejenis makan umpan, tetapi tambahkan minyak rayuan kelapa.

Makan ati:
Kegeraman yang sudah dipenuhi rasa kesal, ditumbuk sampai membatin, diambil sarinya dan diaduk dalam kegemasan yang memuncak.

Makan-tidur:
Ambil kemalasan (harus yang besar, jangan ada rasa malu), bungkus dengan selapis doyan ngorok, tidak boleh ada kerja sedikitpun, tekan bagian atasnya, dan iris tipis setebal perut buncit. Tunggu sebentar, ganyem.

No comments:

Post a Comment

Tell me what do you think about this posting. Anything! Good or bad, I'm ready to receive it.