ATTENTION!!!

Please respect the blog owner by not copying or quoting the blog's content without owner's permission.

You can quote any of the content, but:
1. You ask for the owner's permission (contact me here)
2. You put the direct link to this blog or to the specific post you quote.

Thank you.

Protected by Copyscape Unique Content Checker

Monday, December 27, 2010

Garuda Belum Kalah!

I think everyone in the world knows what happened last night... or should I say every Twitter user in the world.

Pertandingan Final AFF Suzuki 1st Leg antara Malaysia vs Indonesia di Stadion Bukit Jalil tadi malam ricuh. Ricuh... untung nggak sampai hancurin stadion. Semua berawal dari kiper Indonesia, Markus Haris Maulana, yang komplain karena matanya silau oleh laser hijau dari supporter Malaysia. Babak kedua, itu terulang lagi. Ya, andai saja Markus nggak komplain, mungkin pertandingan akan berjalan mulus dan Indonesia bisa menang.

Pertandingan terhenti beberapa menit. Anehnya, supporter Malaysia belum juga tersentil otaknya untuk berhenti pakai laser-laseran. Akhirnya pertandingan berjalan lagi... dan BAAMMM! Gawang Markus kebobolan. Lagi dan lagi.

Kalau menurut saya, Markus berhak komplain. Tapi di sisi lain, dia harus tahu kalau mereka hanya supporter, dimana itu adalah urusan pihak AFF yang akan memberi denda bla bla bla. Dia harus konsentrasi ke pertandingan, tanpa memikirkan supporter. Tapi, kita juga tidak harus selalu menyalahkan Markus. Lini pertahanan Indonesia semalam saya lihat memang kurang bagus. Mungkin karena tertundanya pertandingan selama beberapa menit itu sangat sangat menurunkan mental pemain. Gol pertama dan kedua emang salah pemain belakang Indonesia. Tapi gol ketiga emang keren banget sih, ya nggak bisa nyalahin laser juga...

Jujur saja, saya juga kesal melihat supporter Malaysia yang tidak sportif, pengen menang kok main laser-laseran. Lo kata main Star Wars hah? Lo kata tempat disko? Lo kata konser Katy Perry pake kembang api segala? (Saya ngutip ini dari timeline di Twitter) Get a life, guys! Kalau kalian percaya diri, mungkin tim kalian bisa menang tanpa laser hijau itu. Indonesia aja bisa menang tanpa harus curang begitu kok :)

Off topic: Sebagai penggemar warna hijau, saya sakit hati melihat laser hijau itu diarahkan ke pemain Indonesia... Kenapa harus warna hijau? Nggak ada warna lain apa? Kayak merah, kuning, atau pink biar modis dikit? SAKIT HATI WOY, warna kesukaan saya malah jadi penyebab pemain Indonesia nggak konsentrasi main!!!

Oke, balik lagi ke topik. Katanya Vietnam mengajukan komplain yang sama, tentang laser itu. Ckckck... Parah abis. Kalau kalian online Twitter semalam (saya yakin pasti pada ol), pasti tahu trending topic #malaysiacheatlaser yang berada di nomor satu worldwide. Bayangkan, sampai masuk Twitter! Saya heran, kenapa masih bangga aja ya mereka dengan laser itu? Mau ngubah Bukit Jalil jadi arena Star Wars yak?

Dan saya lebih sakit hati lagi ngeliat orang-orang Indonesia dan Malaysia yang saling ejek lagi. Dammit! Don't you know that YOU ARE NEIGHBORS Or YOU ARE JUST SUPPORTERS?! It has nothing to do with us! Ini pertandingan bola, bukan ajang ejek-ejekan budaya dan lain-lain! Kedua negara ini emang sering berseteru karena masalah budaya. Malaysia nyolong batik, reog, tari pendet, ini itu lah, atau warga Indonesia yang jadi TKI di Malaysia suka nyolong duit lah... Kagak ada hubungannya sama pertandingan bola men! Jangankan berhubungan, nyerempet-nyerempet aja kagak!

Sedih deh ngeliat orang Indonesia makin diinjak-injak sama Malaysia saat timnas Indonesia kalah 3-0. Lebih sedih lagi pas liat respon orang Indonesia di Twitter yang pakai bahasa kasar... Terus ada yang bawa-bawa agama segala. Di saat kita ribut soal laser, dia malah bahas tentang agamanya Markus? Oh man... Udah deh, makin ribet aja urusannya.

Saya nulis ini semata-mata hanya menuruti pendapat saya. Saya nggak mendukung salah satu pihak, tapi jelas lah saya lebih prefer Indonesia, because it's my country. Saya cuma capek lihat timeline saya yang terus-terusan menghujat Malaysia, atau timeline orang-orang Malaysia yang juga menghujat Indonesia. Kalau begini terus, tidak akan ada jalan keluarnya. Masa tetanggaan ribut terus? Cape deh. Damai kan lebih asyik, iya nggak? :)

And let's pray for Indonesia... Mudah-mudahan pas di GBK nanti timnas Indonesia bisa mencetak gol yang banyak. Ya kalau misalnya nggak menang, mungkin belum rejeki, nggak harus ngamuk dan maki-maki Malaysia juga. Tapi yang saya khawatirkan, supporter Indonesia ikut-ikutan bawa laser hijau... atau lebih parah, mereka bawa tabung hijau 3kg -_- (ngutip tweetnya om Tintin hehe).

Even Kris Allen said "No more yesterday, tomorrow's all that matters."
So let's forget last night's match and think about the upcoming match at GBK!

Oh, and remember, GBK = GARUDA BELUM KALAH!



GARUDA DI DADAKU, GARUDA KEBANGGAANKU!
GO TIMNAS INDONESIA!
Go Irfan Bachdim! (?)
*oke, saya cuma berusaha cari pencerahan haha :P*

No comments:

Post a Comment

Tell me what do you think about this posting. Anything! Good or bad, I'm ready to receive it.