ATTENTION!!!

Please respect the blog owner by not copying or quoting the blog's content without owner's permission.

You can quote any of the content, but:
1. You ask for the owner's permission (contact me here)
2. You put the direct link to this blog or to the specific post you quote.

Thank you.

Protected by Copyscape Unique Content Checker

Friday, March 25, 2011

Tri Mas Ketir

Heyhooo. Setelah capek dengan post-post sok English saya yang kemaren-kemaren (silakan buka sendiri), saya kembali lagi dengan Bahasa Indonesia wahahaha karena SMANSA DAY nanti temanya adalah merah putih! Wohoooo! *heboh sendiri*

Ada yang bertanya-tanya kenapa saya heboh sendiri? Karena beban berat sudah terlepaskan (ceile)... yaitu DRAMA! Ya, drama. Semacem teater kecil yang harus kita lakukan demi memenuhi salah satu kolom nilai pelajaran Bahasa Indonesia. Kelompok saya baru aja pentas tadi dan Alhamdulillah, semuanya pada suka sama dramanya, walaupun ada bagian-bagian yang tidak menyentil saraf mereka untuk tertawa (karena emang tergolong garing dan nggak lucu dan nggak patut mendapat tawa mereka).

Sesuai judulnya, drama kelompok kita berjudul TRI MAS KETIR. Mungkin kalian pernah mendengar namanya di suatu tempat. Maksudnya adalah THREE MUSKETEERS, dan Tri Mas Ketir ini adalah versi kampungnya. Jangan bayangin tampangnya Charlie Sheen, Kiefer Sutherland, atau Oliver Platt dulu ya, karena cerita drama kita beda banget sama cerita originalnya Three Musketeers.



Sinopsis:
Tiga sekawan; Jefri Marzuki, Ferdy Halid, dan Aditya Wiharjo yang berjuluk Tri Mas Ketir, menyukai teman sekolah mereka yang bernama Karina. Di saat mereka gila-gilaan cari perhatian si Karina, mereka juga harus berusaha mewujudkan impian mereka yang rasanya tidak mungkin -- Jefri pengen banget jadi penyanyi kayak Bruno Mars, tapi logat sundanya lebih eksis daripada skill bermusiknya; Ferdy pengen nyaingin Irfan Bachdim jadi pemain bola terkenal, tapi selalu disangkutpautkan dengan kasus omnya, Nurdin Halid (peace -_-v); dan Aditya yang bangga banget menyandang predikat 'calon dokter', harus urut dada karena biaya masuk Fakultas Kedokteran nggak semurah permen cepe'an.

Kalau dilihat dari segi cerita, biasa banget ya cerita anak sekolahan. Saya nggak bisa mikir cerita yang lebih bagus lagi haha jadi balik lagi ke anak sekolah. Inti ceritanya sih saya yang buat, tapi pengembangan ceritanya kita mikir bareng-bareng, dan akhirnya kembali ke saya lagi. Oh iya, saya nggak main peran apa-apa di drama ini. Saya bertugas sebagai operator saja hahaha (seperti waktu kelas 10). Tapi saya ngerasa nggak enak juga euy sama temen-temen yang lain. Maap yak pren :(

But I was impressed with their performances. I was like, "Oh my God, they're so great! I don't have to worry about the roles I gave to them!"

Walaupun ada beberapa bagian yang agak-agak mengecewakan bagi saya (juga mungkin penonton dan pemain lain -- apalah daya, manusia pasti berbuat kesalahan), tapi saya salut dengan teman-teman sekelompok saya (nyesel banget tadi nggak sempet ngambil foto bareng-bareng sekelompok -_-). Saluuuuttt!
Oh, mereka sampai bilang kalau saya adalah sutradara yang bagus *cieeeh* They called me a great director, guys! Amin, amin... Mudah-mudahan saya bisa menjadi sutradara yang lebih bagus lagi dan bisa buat film Indonesia semakin bagus haha amiiin. *obsesi mode ON*

Ki-ka: Adisti (Iqi), Sandra (Garis), Ibu Peri si Narator (Asti), dan Karina (Ara)

With me :) *bulet banget ya wajah saya haha*


This is our Tri Mas Ketir: Aditya (Taufik), Ferdy (Dimas), dan Jefri (Efan)

THANKS TO:
Efan, Dimas, Taufik, Ara, Garis, Asti, Iqi, Naufal, Diar, Eden, Panji -- and the rest of the audiences! :)

No comments:

Post a Comment

Tell me what do you think about this posting. Anything! Good or bad, I'm ready to receive it.