ATTENTION!!!

Please respect the blog owner by not copying or quoting the blog's content without owner's permission.

You can quote any of the content, but:
1. You ask for the owner's permission (contact me here)
2. You put the direct link to this blog or to the specific post you quote.

Thank you.

Protected by Copyscape Unique Content Checker

Thursday, November 26, 2015

Happy 7th Birthday, Geek In The Green!

Sebelum bulan November ini, post terakhir yang saya tulis adalah pada bulan April. Bukan tanpa alasan kenapa butuh waktu 7 bulan untuk saya kembali melirik GITG, tertarik untuk menumpahkan isi hati pada blog tersayang ini. Sebelum bulan April, beberapa post saya penuh dengan kecintaan saya terhadap manusia bernama Goran Dragic. Tapi, setelah dia di-trade ke tim lain, hasrat hidup menulis saya hilang seketika.

Memang aneh rasanya kalau self-proclaimed writer seperti saya tiba-tiba ogah menulis hanya gara-gara pemain basket favoritnya pergi ke tim lain. Alasan sebenarnya adalah karena blog ini sudah terlanjur penuh sama dia, dan saya butuh waktu untuk menerima kenyataan pahit bahwa Goran Dragic sudah menjadi pemain Miami Heat.

And I've accepted it.

My favorite basketball and football player--both wearing the same number: SEVEN!

(When I found out that Goran was wearing number 7 for Heat, I was crazy excited! Cristiano wears the same number for Madrid. And both of them happened to be my favorite players who left my favorite teams (Suns and MU) for other teams (Heat and Madrid).)

Back to GITG. Seperti biasa, saya nggak pernah bisa posting tentang ultah GITG di tanggal yang tepat (23 November) karena berbagai alasan. Namun tahun ini, alasannya adalah karena saya baru saha binge-watching series yang langsung menjadi salah satu series favorit saya, Jessica Jones. I was too obsessed with the series that I couldn't possibly talk about anything else at that time. Malah saking sukanya, sekarang saya lagi marathon filmnya David Tennant (if you don't know who that is, I will explain it to you in the movie marathon post after I finish it). So, that explains why I write this post at this date.

Happy birthday, lovely! Semakin lama, saya jadi semakin malas menulis di sini. I'm sorry, but fiction is more interesting (*cough* Wattpad *cough*). Saya pun sedang mengerjakan novel ke dua, judulnya Mystery Loves Company. Pembacanya lebih sedikit daripada Outburst--and oddly, I don't care. Saya pengen menyelesaikan MLC apapun rintangannya.

Saya pengen banget rajin update blog, walapun saya tahu pasti nggak ada yang baca. Tapi, di mana lagi saya bisa latihan menulis selain di sini dan di Wattpad? Masalah readers, it's just a mere luck. Mungkin tulisan saya nggak sebagus tulisan lain di dunia blog dan Wattpad. Mungkin cerita saya nggak seseru cerita lain. Dan mungkin juga karena yang saya pelajari di bangku kuliah berbeda jauh dengan hobi saya ini, so... I kinda fall in the wrong crowd.

But it always happens with people who have multiple interests. It will be boring if I only like one type of thing, right? It's life! We have to balance everything! (Except I'm bad at social life--don't follow this path haha)

Alright, then. Semoga ke depannya saya bisa tetap aktif di sini, mau nulis tentang apapun itu. Semoga juga kalian nggak bosen baca yang itu-itu aja. Aamiin.

Seven years, and amazingly, still counting.

Happy birthday, mate. You're bloody getting old, aren't ya?
Say it with a British accent. It sounds better that way.

Sunday, November 22, 2015

Currently Addicted To: Marvel's Jessica Jones

Okay, how do I start this? I LOVE JESSICA JONES. Wait, who's Jessica Jones--or what is Jessica Jones? Sorry, I'm too excited to talk about this series that I forget to give you a proper introduction.


Marvel's Jessica Jones or Jessica Jones is a new series from Netflix. Marvel, you say?! Yes, this series happens to be a part of Marvel Cinematic Universe, like Agents of S.H.I.E.L.D, Agent Carter, and Daredevil (which aired by Netflix too). Yes, this is a superhero series. But, no, you won't see much of superhero(ine) actions (aside from some fighting scenes) because the titular character, Jessica Jones, is actually a former super-heroine who becomes a private investigator.

From the premise, you can see why I already loved this series, since I love Marvel and detective thingy.

(One thing you should know about JJ that it is not a series you'd like to watch with children around. The series' dark, noir, and mature content are not suitable for children. So, be advised, that this isn't Avengers-type of shows.)

Di series ini, Jessica Jones (Krysten Ritter) adalah seorang mantan pahlawan super yang memiliki kemampuan berupa superhuman strength dan terbang. Ia memiliki masa lalu yang kelam, yang nantinya akan kita ketahui perlahan-lahan selama series berlangsung. Karena itu, ia mencoba untuk hidup normal dengan menjadi private investigator/detektif swasta yang sarkastik, tough, dan tentu saja, badass.
Namun, sebuah kasus hilangnya seorang gadis, membuat Jessica kembali dihantui oleh masa lalunya. Di situ ia diberi dua pilihan--terus berlari dari kenyataan atau menghadapinya.

Nah, yang menjadi daya tarik dari series ini adalah bagaimana seorang Jessica Jones melawan ketakutannya terhadap seseorang dan sesuatu dari masa lalunya. Perlu diingat bahwa bahkan seorang superhero juga manusia dengan hati dan perasaan. At least, Jessica is. She is pictured as an ordinary human being (with extraordinary ability) in which we can relate.

Di mana ada hero, di situ ada villain. Give it up for Kilgrave, yang diperankan dengan sangat brilian oleh David Tennant (sebagian besar dari kalian pasti kenal dia dari Doctor Who)! Zebediah Kilgrave (Killgrave di komiknya--dan saya rasa seriesnya nggak pernah mengungkapkan nama depannya), sosok misterius dari masa lalu Jessica yang dapat mengendalikan pikiran (mind-controlling) orang-orang. Dia lah orang yang menciptakan rasa takut di dalam diri Jessica. Dia lah penyebab Jessica mengidap PTSD/Post-Traumatic Stress Disorder. Kenapa? Mungkin kalian harus nonton series-nya biar lebih greget.

Krysten Ritter as Jessica Jones

David Tennant as Kilgrave

(Krysten Ritter and) Rachael Taylor as Trish Walker

(Krysten Ritter and) Eka Darville as Malcolm

Mike Colter as Luke Cage

Selain dua karakter yang sudah saya sebut di atas, Jessica Jones memiliki karakter pembantu yang tidak kalah menarik. Trish Walker (Rachael Taylor), sahabat Jessica; Malcolm (Eka Darville), tetangga Jessica; Will Simpson (Wil Traval), seorang polisi yang memegang peran cukup penting di series ini; Hope Shlottman (Erin Moriarty), si missing girl yang menjadi sumber masalah; Jeri Hogarth (Carrie-Anne Moss), yang saya juga masih nggak ngerti keberadaannya itu buat apa; serta Luke Cage (Mike Colter), love interest Jessica yang nanti juga punya series sendiri (Marvel's Luke Cage). Masing-masing karakter memang punya kekurangan dan kelebihan sendiri, tapi itu yang membuat series ini semakin menarik untuk ditonton. 

Favorite character?
Kilgrave, of course. In fact, he is like the most interesting character in the series. In the comics, he is called 'Purple Man', who has purple skin. Whereas in the series, they don't paint his body purple (thank God), but give him some purple outfit and purple lighting to imply it. Kilgrave, with his mind-controlling ability, is very terrifying, scary, intimidating--mostly because he is portrayed realistically by the amazing David Tennant. Dia nggak berasal dari planet lain ataupun berniat untuk menguasai dunia seperti villain-villain lain dalam film superhero. Because of that, he becomes one of the most compelling villains in MCU. Dan, sebagai fans berat David Tennant, memang sangat menarik melihat dia memainkan peran yang berbanding terbalik dengan peran yang membuat namanya melejit, The Doctor dalam Doctor Who. I'd give a thousand claps and standing ovations for this guy for perfectly portraying a mind-controlling maniac. Maybe he deserves an Emmy or Golden Globe? :p


Banyak yang membandingkan series ini dengan Marvel's Daredevil, series Netflix yang juga merupakan bagian dari MCU. Dua series ini sama-sama menggunakan dark tone dan memiliki villain yang realistis, namun dari subgenre-nya sendiri sebenarnya berbeda. Daredevil, dianggap sebagai 'best superhero series of all time', memiliki cerita yang lebih serius dan dark, serta full-action di setiap episodenya. Sedangkan Jessica Jones lebih mengarah ke psychological thriller dan cenderung lebih 'ringan' dibanding Daredevil. Mungkin karena mereka merupakan dua dari empat series Marvel yang tayang di Netflix, membandingkan keduanya adalah sesuatu yang 'wajib'.

Oke, guys. Saya sangat merekomendasikan untuk menonton Jessica Jones. Sebanyak 13 episode telah dirilis all-at-once. Yep, I was binge-watching this because I just couldn't stop! I love this. Tapi sebelum itu, jangan lupa juga untuk menoton Daredevil. Keduanya cukup berkaitan, dan kalaupun tidak, tidak ada salahnya untuk menyaksikan Daredevil karena series itu memang bagus banget. Daredevil, Jessica Jones, Luke Cage, dan Iron Fist merupakan series yang nantinya akan di-crossover di miniseries Marvel's Defenders. Wow, makin keren aja MCU! Can't wait for those series!

"Knowing it's real means you gotta make a decision. One, keep denying it. Or two, do something about it."
- Jessica Jones