Sesuai janji, saya mau posting tentang Pretty Little Liars. Kalau waktu Criminal Minds saya harus berterima kasih banyak pada Diva, sekarang saya harus berterima kasih pada Tami, atau Ami, atau nama lengkapnya Aulia Rahmi Hadikusumah (yeah, cukup penting memang membahas nama lengkap seseorang di sini). Dalam 4 hari saya bisa menyelesaikan season 1 dari series ini. Jagoaaaaaan (?)
Pretty Little Liars adalah serial TV Amerika yang bergenre mystery teen drama yang diadaptasi dari serial novel berjudul sama karya Sara Shepard. Garis bawahi 'mystery'-nya. Ya, kalau cuma sekedar teen drama saya nggak bakalan nonton. Serial ini bercerita tentang Aria, Spencer, Hanna, dan Emily--empat sahabat yang bersatu kembali setelah persahabatan mereka sempat berantakan karena hilangnya queen bee mereka, Alison. Mereka bersatu karena setahun kemudian mereka mulai menerima SMS berisikan ancaman untuk menyebarkan
rahasia-rahasia mereka--yang mereka kira cuma Alison yang tahu--dari
seseorang yang menggunakan nama "A". Mereka pikir itu Alison, tetapi tak lama tubuh Alison ditemukan tak bernyawa. Lalu, siapakah "A" itu?
Nah, itu cerita utamanya. Selama serial ini berjalan juga ada konflik-konflik sampingan, seperti latar belakang keempat tokoh utamanya.
Showing posts with label Friendship. Show all posts
Showing posts with label Friendship. Show all posts
Sunday, July 10, 2011
Tuesday, November 30, 2010
3 Idiots: You Can Laugh and Cry at the Same Time (Like Me!)
Ya, saya habis nonton 3 Idiots. Pikiran pertama saya begitu denger judulnya: bagus nggak sih? Kayaknya standar India deh.
Apalagi pas liat posternya, pikiran saya: bagusan My Name Is Khan kemana-mana!
Eh, pas saya udah nonton, sumpah deh, saya tarik kata-kata saya itu dan nggak akan pernah saya keluarkan lagi.
3 IDIOTS IS LIKE THE BEST (INDIAN) MOVIE EVEEERRRR!!!
Sesuai judul posting ini, 3 Idiots benar-benar bikin kita ketawa dan nangis bersamaan! Ditambah lagu-lagunya yang beuuuuh... bikin sedih dan bikin semangat, jadi tambah keren deh ini film! Thumbs up!
Dulunya, saya cuma nangis gara-gara film Armageddon (just like what I said, klik di sini).
Dulunya, saya menganggap Vantage Point adalah my favorite movie of all time (baca ulasannya, klik di sini).
Dulunya, saya memang pecinta film India (apalagi Kuch Kuch Hota Hai) tapi abis itu enggak lagi.
Tapi sekarang, semua kata 'dulunya' di atas udah nggak jaman dengan adanya 3 Idiots!
...
Film ini nggak cuma bisa bikin ketawa dan nangis, tapi banyak pesan moral dan inspiratif yang bisa dijadikan pedoman hidup (ceile)! Gila tuh si Rancho, coba ada satuuuu aja orang kayak dia,pasti saya kawinin! Saya selalu nangis pas bagian Rancho nolongin temen-temennya huhu terus Rancho cakep banget (?) *kagak ada hubungannya!* Saya juga akhir-akhir ini suka ngomong "Aal izz well... Aal izz well..." pas lagi kebingungan atau khawatir, kayak Rancho. Dahsyat abis ini orang!
Aamir Khan, pemeran Rancho, aslinya umur 45 tahun (44 tahun pas syuting film)!!! Tapi dengan hebatnya dia memerankan anak kuliah umur 20 tahunan dan sama sekali nggak kelihatan tua! R. Madhavan, pemeran Farhan, juga udah kepala 4, tapi bisaaa aja keliatan muda. Another thumbs up for this movie (and Aamir Khan of course :D).
Bayangin, saya lagi ulangan Biologi aja tiba-tiba kepikiran scene paling sedih di 3 Idiots (ayo cari tahu sendiri hehe)! Ya udah deh, sistem gerak sama sirkulatori yang mati-matian saya pahami busssh hilang seketika, malah terngiang-ngiang lagu Aal Izz Well sama Jaane Nahin Denge Tujhe (lagu ini sedih abis) -__-
Gara-gara 3 Idiots, saya jadi semangat belajar (lupakan ulangan Biologi tadi) dan kuliah nanti insya Allah!!!
Apalagi pas liat posternya, pikiran saya: bagusan My Name Is Khan kemana-mana!
Eh, pas saya udah nonton, sumpah deh, saya tarik kata-kata saya itu dan nggak akan pernah saya keluarkan lagi.
3 IDIOTS IS LIKE THE BEST (INDIAN) MOVIE EVEEERRRR!!!
Sesuai judul posting ini, 3 Idiots benar-benar bikin kita ketawa dan nangis bersamaan! Ditambah lagu-lagunya yang beuuuuh... bikin sedih dan bikin semangat, jadi tambah keren deh ini film! Thumbs up!
Dulunya, saya cuma nangis gara-gara film Armageddon (just like what I said, klik di sini).
Dulunya, saya menganggap Vantage Point adalah my favorite movie of all time (baca ulasannya, klik di sini).
Dulunya, saya memang pecinta film India (apalagi Kuch Kuch Hota Hai) tapi abis itu enggak lagi.
Tapi sekarang, semua kata 'dulunya' di atas udah nggak jaman dengan adanya 3 Idiots!
Sinopsis:
Rancho (Aamir Khan), Farhan (R. Madhavan), dan Raju (Sharman Joshi) adalah teman sekamar di Imperial College of Engineering, India. Walaupun dengan latar belakang yang berbeda-beda, Rancho yang banyak akal (pinternya subhanallah), Farhan yang berwibawa, dan Raju yang taat agama dan serius, menjadi tiga sekawan yang sering banget bikin rektor mereka yang kolot, nggak punya belas kasihan, dan amit-amitlah pokoknya, Viru Sahastrabudhhe atau dipanggil ViruS (Boman Irani), kesel setengah mati. Apalagi ada mahasiswa yang nyebelin abis dan bertekad untuk mengalahkan tiga sekawan itu dalam hal apapun, Chatur atau Silencer (Omi Vadya). Mereka bertiga seringkali dipanggil Idiots oleh orang-orang kampus.
Masalah muncul saat Rancho jatuh cinta pada anak ViruS, Pia (Kareena Kapoor), dan Rancho menjadi mahasiswa terbaik di setiap semester (Farhan dan Raju jadi 2 mahasiswa terbawah). Farhan harus memenuhi keinginan ayahnya menjadi insinyur, padahal dia pengen jadi Wild Life Photographer. Sedangkan Raju harus terus kuliah dan berusaha mendapat pekerjaan dengan menaikkan nilai-nilainya, karena keluarganya sangat bergantung padanya (ayahnya yang tukang pos sakit dan kakak perempuannya telat nikah, karena gak punya biaya), tapi dia terancam dikeluarkan oleh ViruS karena membuat masalah. Di tengah semua itu, Rancho menyemangati mereka dengan kata-kata bijaknya--sampai suatu hari mereka bertiga membuat perjanjian dengan Chatur (atau tepatnya, Chatur yang nantangin mereka) bahwa dalam 10 tahun ke depan, siapa yang lebih sukses, berarti dialah yang menang.
![]() |
| Ki-ka: Pia, Farhan, Rancho, Raju |
Film ini nggak cuma bisa bikin ketawa dan nangis, tapi banyak pesan moral dan inspiratif yang bisa dijadikan pedoman hidup (ceile)! Gila tuh si Rancho, coba ada satuuuu aja orang kayak dia,
![]() |
| Ki-ka: Farhan, Rancho, Raju |
![]() |
| Clockwise: Raju, Rancho, Pia, Farhan |
Aamir Khan, pemeran Rancho, aslinya umur 45 tahun (44 tahun pas syuting film)!!! Tapi dengan hebatnya dia memerankan anak kuliah umur 20 tahunan dan sama sekali nggak kelihatan tua! R. Madhavan, pemeran Farhan, juga udah kepala 4, tapi bisaaa aja keliatan muda. Another thumbs up for this movie (and Aamir Khan of course :D).
Bayangin, saya lagi ulangan Biologi aja tiba-tiba kepikiran scene paling sedih di 3 Idiots (ayo cari tahu sendiri hehe)! Ya udah deh, sistem gerak sama sirkulatori yang mati-matian saya pahami busssh hilang seketika, malah terngiang-ngiang lagu Aal Izz Well sama Jaane Nahin Denge Tujhe (lagu ini sedih abis) -__-
Gara-gara 3 Idiots, saya jadi semangat belajar (lupakan ulangan Biologi tadi) dan kuliah nanti insya Allah!!!
"Singa sirkus juga belajar untuk bisa duduk di kursi, hanya karena takut dicambuk. Kita menyebut singa ini terlatih, bukan terdidik."
-Ranchoddas "Rancho" Shamaldas Chanchad, 3 Idiots
"Jangan mengejar kesuksesan. Jadilah orang besar, maka kesuksesan akan mengikutimu."
-Ranchoddas "Rancho" Shamaldas Chanchad, 3 Idiots
"Hidup itu perlombaan. Jika kau tidak cekatan, maka kau akan diinjak-injak."
-Viru Sahastrabudhhe, 3 Idiots
Beberapa penggal kata-kata mutiara dari 3 Idiots.
Ayo nonton, it's very recommended for you guys! xD
Saturday, August 14, 2010
Amigos X Siempre: Jauh di Mata, Dekat di Hati
Kenapa saya bilang 'jauh di mata, dekat di hati'? Ya karena udah delapan tahun lebih saya nggak nonton serial ini (pernah sempat tayang ulang sih di SCTV pas tahun 2005-2006) tapi tetap membekas di hati, nggak pernah hilang. Ini serial telenovela favorit saya dulu, mungkin sampai sekarang.
Sesuai janji di posting sebelumnya, saya akan membahas Amigos X Siempre ini sendiri sekaligus ngasih tahu alasan saya kenapa tiba-tiba mau bahas telenovela jaman dulu.
First thing first. Kenapa saya jadi telenovela addict (begitulah saya memanggil diri saya pas SD dulu) lagi ya?
Mula-mulanya simpel saja--tapi please jangan ketawa--yaitu:
Ya sudah, tiba-tiba aja saya kepengen nonton Amigos lagi.
Saya download soundtrack-nya full satu album, dan jadi penjelajah Wikipedia mendadak buat liat-liat page telenovela yang dulu-dulu, sampai ke Wikipedia Spanyol-nya loh! Emang saya ngerti? Ngerti dong, wong abang saya (baca: Fabregas) itu orang Spanyol.Padahal pakai Google Translate hahaha.
Amigos X Siempre (Friends Forever) bercerita tentang persahabatan beberapa murid sekolah Instituto Vidal. Pemiliknya adalah Julia Vidal, yang masih berduka atas kematian putrinya, Lauriel. Cucunya, Ana, adalah anak berumur 10 tahun yang manis, yang juga trauma berat karena kematian ibunya, dan kekangan ayahnya--yang pengen banget mengambil alih Instituto Vidal--membuatnya selalu larut dalam kesedihan. Akibatnya, dia jadi punya kekuatan telekinesis, kekuatan menggerakkan benda dengan pikiran (kayak Sylar di Heroes gitu haha).
Kedatangan pamannya, Salvador dan anak adopsinya, Pedro, merubah hidup Ana dan mengajari Ana bagaimana cara tersenyum. Ana mempunyai sahabat baik, yaitu Lourdes, cewek manis nan pemalu yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk merawat adiknya yang cacat mental. Ana sering jadi bahan ejekan Renata--si cewek kaya, angkuh, dan menyebalkan yang putus asa banget ketika ayahnya lebih memperhatikan kakaknya, Gilberto, daripada dirinya--dan Patricia, cewek malang kesepian yang terus bermimpi menjadi kaya, apapun caranya termasuk dengan menjadi pengikut setianya Renata. Sementara Pedro, cowok pindahan sepupu Ana yang ogah banget mengikuti aturan sekolah yang kaku, membuatnya sering bermasalah dengan Fransisco, ayah Ana, juga dengan Santiago, si kaya-manja-sombong yang selalu curang dalam hal apapun dan ngebet banget menjatuhkan Pedro. Santiago juga sering menjahili Gilberto--kakak Renata yang gagap karena kekangan orang tuanya--untuk membuat Renata, cewek yang disukainya, senang. Ada pula Rafael, si tukang makan yang terjebak di antara konfilk Pedro dan Santiago, membuatnya bingung akan berteman dengan siapa. Lalu Carlitos (begitu namanya kalo nggak salah), adik Lourdes yang cacat mental namun berusaha untuk dapat diterima dalam lingkungan teman-temannya, dan Juan, cucu dari penjaga sekolah Instituto Vidal yang miskin, juga merupakan sahabat Ana dan Pedro. Semua latar belakang mereka yang berbeda itulah menjadi lika-liku persahabatan yang menarik yang dibumbui oleh musik.
Selain anak-anak itu juga ada tokoh lain yaitu Salvador, Fransisco, Melissa, Amanda, Neftali, dan yang lainnya, membuat serial ini semakin menarik karena banyak konflik yang terjadi dan tidak bertele-tele.
Tokoh favorit saya?
Santiago dan Salvador! Hahaha. Pedro juga sih, tapi mereka berdua itu the best xD (kan saya suka yang ganteng-ganteng). Kalo ceweknya saya suka Ana dan Lourdes, kadang-kadang Renata. Ya mau gimana lagi, cewek itu cantik banget sih tapi angkuhnya minta ampun (Santiago juga kali).
Sebelum selesai, saya mau sharing perjuangan saya untuk mencari telenovela Amigos ini. Bayangin, saya sampai ngirim surat pembaca ke SCTV biar Amigos diputar lagi. Hahaha thank you very much for Drew Seeley! :*
Katanya ada DVD originalnya, tapi harganya 2 jutaan, tanpa subtitle pula. Gila! DUA JUTA buat DVD doang yang NGGAK ADA SUBTITLEnya?Mending bayar SPP saya lima bulan haha. Terus banyak yang bilang ada di YouTube, tapi pas dicari nggak ada. Sekalinya ketemu lewat google, user yang upload video itu udah di-delete. *nangis*
Tetapi Alhamdulillah! Saya nemu tempat nonton Amigos yang episode 1 (doang)!!! Ayo ayo klik di sini buat nontonnya, kalau kalian kangen sama Amigos!
Sesuai janji di posting sebelumnya, saya akan membahas Amigos X Siempre ini sendiri sekaligus ngasih tahu alasan saya kenapa tiba-tiba mau bahas telenovela jaman dulu.
First thing first. Kenapa saya jadi telenovela addict (begitulah saya memanggil diri saya pas SD dulu) lagi ya?
Mula-mulanya simpel saja--tapi please jangan ketawa--yaitu:
Waktu hari Senin tanggal 9 Agustus kemarin, saya lagi browsing tentang Drew Seeley di WIkipedia lewat hp. Drew Seeley, yang main di Another Cinderella Story bareng Selena Gomez itu loh. Saya juga nggak tahu kenapa tiba-tiba browsing tentang dia (aneh -_-). Dan.... jengjengjeng.... Di associated acts-nya tertulis nama Belinda. Langsung saya klik lah link itu dan muncul Belinda Peregrin Schull--si Ana Capistran Vidal di Amigos X Siempre!!!
Ya sudah, tiba-tiba aja saya kepengen nonton Amigos lagi.
Saya download soundtrack-nya full satu album, dan jadi penjelajah Wikipedia mendadak buat liat-liat page telenovela yang dulu-dulu, sampai ke Wikipedia Spanyol-nya loh! Emang saya ngerti? Ngerti dong, wong abang saya (baca: Fabregas) itu orang Spanyol.
Amigos X Siempre (Friends Forever) bercerita tentang persahabatan beberapa murid sekolah Instituto Vidal. Pemiliknya adalah Julia Vidal, yang masih berduka atas kematian putrinya, Lauriel. Cucunya, Ana, adalah anak berumur 10 tahun yang manis, yang juga trauma berat karena kematian ibunya, dan kekangan ayahnya--yang pengen banget mengambil alih Instituto Vidal--membuatnya selalu larut dalam kesedihan. Akibatnya, dia jadi punya kekuatan telekinesis, kekuatan menggerakkan benda dengan pikiran (kayak Sylar di Heroes gitu haha).
Kedatangan pamannya, Salvador dan anak adopsinya, Pedro, merubah hidup Ana dan mengajari Ana bagaimana cara tersenyum. Ana mempunyai sahabat baik, yaitu Lourdes, cewek manis nan pemalu yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk merawat adiknya yang cacat mental. Ana sering jadi bahan ejekan Renata--si cewek kaya, angkuh, dan menyebalkan yang putus asa banget ketika ayahnya lebih memperhatikan kakaknya, Gilberto, daripada dirinya--dan Patricia, cewek malang kesepian yang terus bermimpi menjadi kaya, apapun caranya termasuk dengan menjadi pengikut setianya Renata. Sementara Pedro, cowok pindahan sepupu Ana yang ogah banget mengikuti aturan sekolah yang kaku, membuatnya sering bermasalah dengan Fransisco, ayah Ana, juga dengan Santiago, si kaya-manja-sombong yang selalu curang dalam hal apapun dan ngebet banget menjatuhkan Pedro. Santiago juga sering menjahili Gilberto--kakak Renata yang gagap karena kekangan orang tuanya--untuk membuat Renata, cewek yang disukainya, senang. Ada pula Rafael, si tukang makan yang terjebak di antara konfilk Pedro dan Santiago, membuatnya bingung akan berteman dengan siapa. Lalu Carlitos (begitu namanya kalo nggak salah), adik Lourdes yang cacat mental namun berusaha untuk dapat diterima dalam lingkungan teman-temannya, dan Juan, cucu dari penjaga sekolah Instituto Vidal yang miskin, juga merupakan sahabat Ana dan Pedro. Semua latar belakang mereka yang berbeda itulah menjadi lika-liku persahabatan yang menarik yang dibumbui oleh musik.
Selain anak-anak itu juga ada tokoh lain yaitu Salvador, Fransisco, Melissa, Amanda, Neftali, dan yang lainnya, membuat serial ini semakin menarik karena banyak konflik yang terjadi dan tidak bertele-tele.
![]() | ||
| Belakang: Lourdes, Juan, Patricia, Rafael, Renata, Gilberto, Santiago. Depan: Ana dan Pedro. |
![]() |
| Clockwise: Ana, Pedro, Lourdes, Juan, Gilberto, Santiago, Rafael, Patricia, Renata. |
![]() |
| Ki-ka: Santiago, Juan, Pedro, Ana, Patricia, Renata, Lourdes, Gilberto |
CAST
El grupo:
Ana Capistran Vidal (Belinda Peregrin)
Pedro Naredo/Pedro Vidal (Martin Ricca)
Lourdes Egurrola (Daniela Mercado)
Santiago del Valle (Christoper Uckermann)
Renata Sanchez Gavito (Naydelin Navarrete)
Gilberto Sanchez Gavito (Mickey Santana)
Patricia Hernandez (Grisel Margarita)
Rafael Nunez Zaldivar (Ronald Duarte)
Carlos 'Carlitos' Egurrola (Pablo Velasco)
Juan 'El Siete Leguas' (Oscar Larios)
Adults:
Salvador Vidal Ruvalcaba (Ernesto Laguardia)
Melissa Escobar (Adriana Fonseca/Lourdes Reyes)
Fransisco Capistran (Odieseo Bichir)
Amanda Naredo/Amanda de Vidal (Rebeca Mankita)
Neftali (German Robles)
Julia Vidal (Carmen Montejo)
Tokoh favorit saya?
Santiago dan Salvador! Hahaha. Pedro juga sih, tapi mereka berdua itu the best xD (
Sebelum selesai, saya mau sharing perjuangan saya untuk mencari telenovela Amigos ini. Bayangin, saya sampai ngirim surat pembaca ke SCTV biar Amigos diputar lagi. Hahaha thank you very much for Drew Seeley! :*
Katanya ada DVD originalnya, tapi harganya 2 jutaan, tanpa subtitle pula. Gila! DUA JUTA buat DVD doang yang NGGAK ADA SUBTITLEnya?
Tetapi Alhamdulillah! Saya nemu tempat nonton Amigos yang episode 1 (doang)!!! Ayo ayo klik di sini buat nontonnya, kalau kalian kangen sama Amigos!
Amigos por siempre!
Sunday, October 4, 2009
The Final Destination: LIKE THIS!
Waduh. Sepertinya saya telat melulu kalau ngepost sesuatu. Maklum lah bener-bener sibuk.
Tanggal 30 September kemarin (pas memperingati G 30 S/PKI, jadi benderanya dikibarin setengah tiang---ya begitulah), saya sama BFFs nonton bareng di Ekalokasari 21. Film yang kita tonton juga nggak tanggung-tanggung (kalau ditonton di hari G 30 S/PKI), THE FINAL DESTINATION.
Well, perjuangan saya untuk mendapat izin dari Mamz biar bisa ikut nonton juga nggak nanggung-nanggung. Tapi saya nggak mau cerita ah, nanti malah ngomongin itu, bukannya The Final Destination itu sendiri haha.
Sebagai penggemar berat film horor alias horror mania (sebutan ini nggak berlaku saat saya pertama main Hotel 626), ya saya excited banget lah nonton film ini. Saya emang sukaaaaa berat---nyampe bisa nyaingin berat badan saya---sama franchise Final Destination. Iiiih mantep abis dah ni film!
Saya nggak mau ngebahas ringkasan cerita The Final Destination ini, saya cuma mau ngebahas tentang tanggapan dan perasaaan saya terhadap film ini. Kalau penasaran, baca review The Final Destination yang saya post di blog film saya.
Yeah. Itu tagline nya The Final Destination. Agak-agak gimanaaaa gitu yaaaa?!
Saya belum pernah liat trailernya (sama sekali nggak punya gambaran tentang filmnya), biar maksudnya surprise gitu pas nontonnya. Tapi penasaran juga. Si Fio bilang, katanya ni film jijay bajay gitu, banyak darahnya trus banyak organ2 tubuh manusia yang diliatin. Sekilas saya berfikir: Ini film horor atau film tentang Biologi ya?
Film pun dimulai.
-------
-------
-------
-------
Film pun selesai.
Saya ngeliat Ophie geleng-geleng kepala. Makna gelengan kepalanya: Kapok gw nonton film ini!
Avie ngacungin jempol. Makna acungan jempolnya: Not bad. Cukup keren.
Fio tanpa ekspresi. Maknanya: Biasa aja. Karena nonton ama BFFs jadi luar biasa.
Sedangkan saya ama Diba tatap-tatapan. Makna tatapan kita: KEREN, MANTEP, AJIB BANGET FILM INI...!!!
Ya! Saya nggak rugi nonton The Final Destination. Biarpun kata orang serem, jijay, menggelikan, garing atau apalah, yang penting saya menikmatinya! Yeah, memang beberapa adegan itu sadis banget dan menjijikan, tapi saya cukup merem sebentar (atau malah nggak merem), nggak sampai teriak-teriak nggak jelas kayak cewek-cewek SMP yang duduk di sampingnya Fio.
Not bad lah untuk ukuran film horor/thriller.
Eits. Bukan berarti saya nggak teriak juga pas nonton film ini.
Satu scene yang bikin saya teriak sampai mukulin Diba.
Yaitu scene yang ada ULARNYA!!
Ya ya ya saya tahu itu nggak ada hubungannya ama film ini. Tapi di salah satu scene, Nick (si pemeran utama The Final Destination yang cute banget---jadi naksir saya haha) mendapat suatu penglihatan yang ada hubungannya ama ular! Eh taunya itu cuma sebuah lambang yang emang ada gambar ularnya disitu. Iya, CUMA GAMBAR. Tapi di penglihatannya Nick, ular itu ular asli, yang muncul nggak sampai 10 detik, dan cukup membuat saya kaget dan ketakutan!!!
Saya memang suka film ini. Tapi kalau nonton dua kali, hmm... saya harus mikir-mikir dulu. Rugi soalnya. Mendingan cari film lain. Hehehe.
Oke dah segini dulu postingan saya, karena saya mau belajar buat Mid Test (tumben banget ya saya belajar). Oh ya, mungkin saya akan vakum beberapa hari soalnya ada Mid Test itu. Yeah, sesuatu yang tak ditunggu-tunggu pasti akan datang menghampiri.
See you in the next posting,
The Geek In The Green
Tanggal 30 September kemarin (pas memperingati G 30 S/PKI, jadi benderanya dikibarin setengah tiang---ya begitulah), saya sama BFFs nonton bareng di Ekalokasari 21. Film yang kita tonton juga nggak tanggung-tanggung (kalau ditonton di hari G 30 S/PKI), THE FINAL DESTINATION.
Well, perjuangan saya untuk mendapat izin dari Mamz biar bisa ikut nonton juga nggak nanggung-nanggung. Tapi saya nggak mau cerita ah, nanti malah ngomongin itu, bukannya The Final Destination itu sendiri haha.
Sebagai penggemar berat film horor alias horror mania (sebutan ini nggak berlaku saat saya pertama main Hotel 626), ya saya excited banget lah nonton film ini. Saya emang sukaaaaa berat---nyampe bisa nyaingin berat badan saya---sama franchise Final Destination. Iiiih mantep abis dah ni film!
Saya nggak mau ngebahas ringkasan cerita The Final Destination ini, saya cuma mau ngebahas tentang tanggapan dan perasaaan saya terhadap film ini. Kalau penasaran, baca review The Final Destination yang saya post di blog film saya.
Sebelum itu, saya mau ngenalin BFFs saya yang ikut nonton waktu itu:
Ophie
Avie
*cape deh pake acara perkenalan segala!*
Rest In Pieces
Yeah. Itu tagline nya The Final Destination. Agak-agak gimanaaaa gitu yaaaa?!
Saya belum pernah liat trailernya (sama sekali nggak punya gambaran tentang filmnya), biar maksudnya surprise gitu pas nontonnya. Tapi penasaran juga. Si Fio bilang, katanya ni film jijay bajay gitu, banyak darahnya trus banyak organ2 tubuh manusia yang diliatin. Sekilas saya berfikir: Ini film horor atau film tentang Biologi ya?
Film pun dimulai.
-------
-------
-------
-------
Film pun selesai.
Saya ngeliat Ophie geleng-geleng kepala. Makna gelengan kepalanya: Kapok gw nonton film ini!
Avie ngacungin jempol. Makna acungan jempolnya: Not bad. Cukup keren.
Fio tanpa ekspresi. Maknanya: Biasa aja. Karena nonton ama BFFs jadi luar biasa.
Sedangkan saya ama Diba tatap-tatapan. Makna tatapan kita: KEREN, MANTEP, AJIB BANGET FILM INI...!!!
Ya! Saya nggak rugi nonton The Final Destination. Biarpun kata orang serem, jijay, menggelikan, garing atau apalah, yang penting saya menikmatinya! Yeah, memang beberapa adegan itu sadis banget dan menjijikan, tapi saya cukup merem sebentar (atau malah nggak merem), nggak sampai teriak-teriak nggak jelas kayak cewek-cewek SMP yang duduk di sampingnya Fio.
Not bad lah untuk ukuran film horor/thriller.
Eits. Bukan berarti saya nggak teriak juga pas nonton film ini.
Satu scene yang bikin saya teriak sampai mukulin Diba.
Yaitu scene yang ada ULARNYA!!
Ya ya ya saya tahu itu nggak ada hubungannya ama film ini. Tapi di salah satu scene, Nick (si pemeran utama The Final Destination yang cute banget---jadi naksir saya haha) mendapat suatu penglihatan yang ada hubungannya ama ular! Eh taunya itu cuma sebuah lambang yang emang ada gambar ularnya disitu. Iya, CUMA GAMBAR. Tapi di penglihatannya Nick, ular itu ular asli, yang muncul nggak sampai 10 detik, dan cukup membuat saya kaget dan ketakutan!!!
Saya memang suka film ini. Tapi kalau nonton dua kali, hmm... saya harus mikir-mikir dulu. Rugi soalnya. Mendingan cari film lain. Hehehe.
Oke dah segini dulu postingan saya, karena saya mau belajar buat Mid Test (tumben banget ya saya belajar). Oh ya, mungkin saya akan vakum beberapa hari soalnya ada Mid Test itu. Yeah, sesuatu yang tak ditunggu-tunggu pasti akan datang menghampiri.
See you in the next posting,
The Geek In The Green
Tuesday, June 23, 2009
Perpisahan yang Indah...
Akhirnya, perpisahan SMP Negeri 9 Bogor selesai sudah. Tapi bukan berarti persahabatan dan tali silaturahmi yang sudah kita jalin bersama juga selesai begitu saja.
Tadi pagi, saya telat datang ke Gedung Wanita, tempat perpisahan digelar. Saya sampai di sana jam setengah 9, padahal di undangan mulainya jam setengah 8 --- jiwa tukang ngaret keluar tiba-tiba neh!
Pas sampai di sana, saya langsung masuk. Eh acaranya rupanya baru sampai sambutan orang tua murid. Saya nyari tempat duduk (gila, penuh banget boo!), ternyata tempat duduknya udah diatur --- khusus untuk perwakilan kelas tempatnya di depan.
Hohoho... Lucu juga ngeliat temen-temen saya yang tomboi pakai kebaya! Dandan pula! Hihihi... :D Cantik-cantik looh...!
Tapi... Aduuh banyak banget yang ngeliatin saya jalan ke tempat duduk, mana sepatu hak tinggi --- yang menyebalkan! --- yang saya pakai itu nggak mau kerja sama ama kaki saya jadinya jalannya aneh!
Dan yang paling menyebalkan... SAYA DIPANGGIL NYI RORO KIDUL!
Ikh, mentang-mentang pakai kebaya hijau, saya disama-samain ama Nyi Roro Kidul. Padahal kan saya lebih manis... :P
Berikut komentar teman-teman saya:
Diba >>> "Ih, Wid... Bagus banget!"
Damar & Ophie >>> (Ngasih jempol) "Bagus Wid, bagus. Jadi kelihatan langsing..."
Ega >>> "Eh, Mami! Foto dulu dong sini!"
Dan masih banyak lagi... yang bilang saya cantik (ehem!) dan minta foto saya (Cieh, jadi bintang dadakan gitu :P).
Hehehe... Saya dapet piagam penghargaan dan plakat karena menjadi juara kelas. Alhamdulillah...! Setelah saya turun dari panggung, temen-temen saya langsung mengerubungi saya kayak semut mengerubungi gula :) Mereka semua kasih selamat ke saya.
TERIMA KASIH TEMAN-TEMAN! TANPA KALIAN, SAYA NGGAK MUNGKIN BERDIRI DI ATAS PANGGUNG DAN MENERIMA PENGHARGAAN INI!
(Agak lebay dikit gak apa-apa yaa...?!)
Setelah itu --- setelah beberapa acara selesai --- tibalah sesi ramah tamah. Saya paling sensi ama yang beginian (nonton film aja sensi, gimana ramah tamah!). Saya sudah berusaha untuk nggak nangis, tapi keadaan di sana memaksa sekali! Apalagi waktu Bu Yani, guru Bahasa Inggris yang sangat saya senangi, memeluk saya dengan erat sambil menangis... "Widya, Ibu bangga sama kamu. Terus berprestasi ya di SMAN 1, jangan mau ketinggalan!"
HUAAAA....!!!
Hiks hiks hiks...
..> _ <..
Mulanya saya bisa menahan air mata saya. Tapi... Teman-teman saya menangis setelah memeluk saya! Terutama Diba. She is my best friend, she came to me, started to begging me, and said "Makasih ya udah mau temenan ama Diba..."
Tangis saya langsung meledak (untungnya gak sampai meledakkan Gedung Wanita). Lebih parah daripada nonton film neh, saya nangis bombay! Dan... Pada saat saya nangis, Mamz sempet-sempetnya ngambil foto saya! Aduuh... Difoto sambil nangis... tapi tetep manis ya? Hehehe... :p
Yaah... Daripada nangis terus, mendingan foto-fotoan dech! Lupakan semua kesedihan, toh kita nggak akan berpisah selamanya...



Hhoo... Dah pada kecapekan, kepanasan, jadinya gokil begini fotonya... :)
Tapi... Saya sangat menikmati perpisahan tadi. Perpisahan yang sangat, sangat indah...
^_^
Tadi pagi, saya telat datang ke Gedung Wanita, tempat perpisahan digelar. Saya sampai di sana jam setengah 9, padahal di undangan mulainya jam setengah 8 --- jiwa tukang ngaret keluar tiba-tiba neh!
Pas sampai di sana, saya langsung masuk. Eh acaranya rupanya baru sampai sambutan orang tua murid. Saya nyari tempat duduk (gila, penuh banget boo!), ternyata tempat duduknya udah diatur --- khusus untuk perwakilan kelas tempatnya di depan.
Hohoho... Lucu juga ngeliat temen-temen saya yang tomboi pakai kebaya! Dandan pula! Hihihi... :D Cantik-cantik looh...!
Tapi... Aduuh banyak banget yang ngeliatin saya jalan ke tempat duduk, mana sepatu hak tinggi --- yang menyebalkan! --- yang saya pakai itu nggak mau kerja sama ama kaki saya jadinya jalannya aneh!
Dan yang paling menyebalkan... SAYA DIPANGGIL NYI RORO KIDUL!
Ikh, mentang-mentang pakai kebaya hijau, saya disama-samain ama Nyi Roro Kidul. Padahal kan saya lebih manis... :P
Berikut komentar teman-teman saya:
Diba >>> "Ih, Wid... Bagus banget!"
Damar & Ophie >>> (Ngasih jempol) "Bagus Wid, bagus. Jadi kelihatan langsing..."
Ega >>> "Eh, Mami! Foto dulu dong sini!"
Dan masih banyak lagi... yang bilang saya cantik (ehem!) dan minta foto saya (Cieh, jadi bintang dadakan gitu :P).
Hehehe... Saya dapet piagam penghargaan dan plakat karena menjadi juara kelas. Alhamdulillah...! Setelah saya turun dari panggung, temen-temen saya langsung mengerubungi saya kayak semut mengerubungi gula :) Mereka semua kasih selamat ke saya.
TERIMA KASIH TEMAN-TEMAN! TANPA KALIAN, SAYA NGGAK MUNGKIN BERDIRI DI ATAS PANGGUNG DAN MENERIMA PENGHARGAAN INI!
(Agak lebay dikit gak apa-apa yaa...?!)
Setelah itu --- setelah beberapa acara selesai --- tibalah sesi ramah tamah. Saya paling sensi ama yang beginian (nonton film aja sensi, gimana ramah tamah!). Saya sudah berusaha untuk nggak nangis, tapi keadaan di sana memaksa sekali! Apalagi waktu Bu Yani, guru Bahasa Inggris yang sangat saya senangi, memeluk saya dengan erat sambil menangis... "Widya, Ibu bangga sama kamu. Terus berprestasi ya di SMAN 1, jangan mau ketinggalan!"
HUAAAA....!!!
Hiks hiks hiks...
..> _ <..
Mulanya saya bisa menahan air mata saya. Tapi... Teman-teman saya menangis setelah memeluk saya! Terutama Diba. She is my best friend, she came to me, started to begging me, and said "Makasih ya udah mau temenan ama Diba..."
Tangis saya langsung meledak (untungnya gak sampai meledakkan Gedung Wanita). Lebih parah daripada nonton film neh, saya nangis bombay! Dan... Pada saat saya nangis, Mamz sempet-sempetnya ngambil foto saya! Aduuh... Difoto sambil nangis... tapi tetep manis ya? Hehehe... :p
Yaah... Daripada nangis terus, mendingan foto-fotoan dech! Lupakan semua kesedihan, toh kita nggak akan berpisah selamanya...
Hhoo... Dah pada kecapekan, kepanasan, jadinya gokil begini fotonya... :)
Tapi... Saya sangat menikmati perpisahan tadi. Perpisahan yang sangat, sangat indah...
^_^
Subscribe to:
Posts (Atom)












