ATTENTION!!!

Please respect the blog owner by not copying or quoting the blog's content without owner's permission.

You can quote any of the content, but:
1. You ask for the owner's permission (contact me here)
2. You put the direct link to this blog or to the specific post you quote.

Thank you.

Protected by Copyscape Unique Content Checker

Monday, December 27, 2010

Garuda Belum Kalah!

I think everyone in the world knows what happened last night... or should I say every Twitter user in the world.

Pertandingan Final AFF Suzuki 1st Leg antara Malaysia vs Indonesia di Stadion Bukit Jalil tadi malam ricuh. Ricuh... untung nggak sampai hancurin stadion. Semua berawal dari kiper Indonesia, Markus Haris Maulana, yang komplain karena matanya silau oleh laser hijau dari supporter Malaysia. Babak kedua, itu terulang lagi. Ya, andai saja Markus nggak komplain, mungkin pertandingan akan berjalan mulus dan Indonesia bisa menang.

Pertandingan terhenti beberapa menit. Anehnya, supporter Malaysia belum juga tersentil otaknya untuk berhenti pakai laser-laseran. Akhirnya pertandingan berjalan lagi... dan BAAMMM! Gawang Markus kebobolan. Lagi dan lagi.

Kalau menurut saya, Markus berhak komplain. Tapi di sisi lain, dia harus tahu kalau mereka hanya supporter, dimana itu adalah urusan pihak AFF yang akan memberi denda bla bla bla. Dia harus konsentrasi ke pertandingan, tanpa memikirkan supporter. Tapi, kita juga tidak harus selalu menyalahkan Markus. Lini pertahanan Indonesia semalam saya lihat memang kurang bagus. Mungkin karena tertundanya pertandingan selama beberapa menit itu sangat sangat menurunkan mental pemain. Gol pertama dan kedua emang salah pemain belakang Indonesia. Tapi gol ketiga emang keren banget sih, ya nggak bisa nyalahin laser juga...

Jujur saja, saya juga kesal melihat supporter Malaysia yang tidak sportif, pengen menang kok main laser-laseran. Lo kata main Star Wars hah? Lo kata tempat disko? Lo kata konser Katy Perry pake kembang api segala? (Saya ngutip ini dari timeline di Twitter) Get a life, guys! Kalau kalian percaya diri, mungkin tim kalian bisa menang tanpa laser hijau itu. Indonesia aja bisa menang tanpa harus curang begitu kok :)

Off topic: Sebagai penggemar warna hijau, saya sakit hati melihat laser hijau itu diarahkan ke pemain Indonesia... Kenapa harus warna hijau? Nggak ada warna lain apa? Kayak merah, kuning, atau pink biar modis dikit? SAKIT HATI WOY, warna kesukaan saya malah jadi penyebab pemain Indonesia nggak konsentrasi main!!!

Oke, balik lagi ke topik. Katanya Vietnam mengajukan komplain yang sama, tentang laser itu. Ckckck... Parah abis. Kalau kalian online Twitter semalam (saya yakin pasti pada ol), pasti tahu trending topic #malaysiacheatlaser yang berada di nomor satu worldwide. Bayangkan, sampai masuk Twitter! Saya heran, kenapa masih bangga aja ya mereka dengan laser itu? Mau ngubah Bukit Jalil jadi arena Star Wars yak?

Dan saya lebih sakit hati lagi ngeliat orang-orang Indonesia dan Malaysia yang saling ejek lagi. Dammit! Don't you know that YOU ARE NEIGHBORS Or YOU ARE JUST SUPPORTERS?! It has nothing to do with us! Ini pertandingan bola, bukan ajang ejek-ejekan budaya dan lain-lain! Kedua negara ini emang sering berseteru karena masalah budaya. Malaysia nyolong batik, reog, tari pendet, ini itu lah, atau warga Indonesia yang jadi TKI di Malaysia suka nyolong duit lah... Kagak ada hubungannya sama pertandingan bola men! Jangankan berhubungan, nyerempet-nyerempet aja kagak!

Sedih deh ngeliat orang Indonesia makin diinjak-injak sama Malaysia saat timnas Indonesia kalah 3-0. Lebih sedih lagi pas liat respon orang Indonesia di Twitter yang pakai bahasa kasar... Terus ada yang bawa-bawa agama segala. Di saat kita ribut soal laser, dia malah bahas tentang agamanya Markus? Oh man... Udah deh, makin ribet aja urusannya.

Saya nulis ini semata-mata hanya menuruti pendapat saya. Saya nggak mendukung salah satu pihak, tapi jelas lah saya lebih prefer Indonesia, because it's my country. Saya cuma capek lihat timeline saya yang terus-terusan menghujat Malaysia, atau timeline orang-orang Malaysia yang juga menghujat Indonesia. Kalau begini terus, tidak akan ada jalan keluarnya. Masa tetanggaan ribut terus? Cape deh. Damai kan lebih asyik, iya nggak? :)

And let's pray for Indonesia... Mudah-mudahan pas di GBK nanti timnas Indonesia bisa mencetak gol yang banyak. Ya kalau misalnya nggak menang, mungkin belum rejeki, nggak harus ngamuk dan maki-maki Malaysia juga. Tapi yang saya khawatirkan, supporter Indonesia ikut-ikutan bawa laser hijau... atau lebih parah, mereka bawa tabung hijau 3kg -_- (ngutip tweetnya om Tintin hehe).

Even Kris Allen said "No more yesterday, tomorrow's all that matters."
So let's forget last night's match and think about the upcoming match at GBK!

Oh, and remember, GBK = GARUDA BELUM KALAH!



GARUDA DI DADAKU, GARUDA KEBANGGAANKU!
GO TIMNAS INDONESIA!
Go Irfan Bachdim! (?)
*oke, saya cuma berusaha cari pencerahan haha :P*

Wednesday, December 22, 2010

Whatever Mama Say You Best Do It

Whatever Mama say you best do it
Whatever Mama say you best do it
Whatever Mama say you better listen to your Mama



Okay, I don't know how many times I took Jason Mraz's lyrics as inspirations to write the post. This time I use What Mama Say from the album The Life Is Good EP. Typical Jason, he always make a great songs to sing, and great songs to do. What Mama Say tells you to appreciate your Mother, do what she says, love her, take care of her, and many more... It should be Mother's Day soundtrack.

I love my Mom so much. And I'm sure you all do.

Tapi... Mama saya kerja di hari yang penting seperti ini. Tanggal 22 Desember bertepatan dengan ulang tahun KOWAD (Korps Wanita Angkatan Darat) dan mau nggak mau, Mama harus upacara di Bandung sana. It happens every year and I don't even say "Happy Mother's Day, Mom!" directly in front of her and hug her and kiss her and... give her gift. Terakhir saya memberi kado buat Mama saat Hari Ibu adalah waktu saya kelas 6 SD.

Tapi saya yakin, setiap Ibu cuma butuh kasih sayang, doa, dan kebanggaan dari anaknya, tidak lebih.









Widyawati Hatta
September 2nd (September 3rd on KTP) 1969
Soldier/Kowad, lovely wife, dearest mom

BEST MOM EVER...

Sunday, December 19, 2010

Getting Caught by Detectives

Talking about detectives... I DO LOVE DETECTIVES!
I love the way they talk, investigate something, make analysis, then accuse some people who is responsible for the crime. LOVE IT!

Well, being a detective is one of my dreams. Yes, yes, I WANNA BE A DETECTIVE!


Saya adalah pecinta Detektif Conan sejak kecil, dari waktu saya masih TK sampai sekarang. Udah 12 tahun lebih! Saya ingat banget, dulu harga komik tuh masih murah banget, jadi sekali beli bisa ngeborong 5 komik, Conan semua. Untung Mama saya juga suka, jadi kan gak dimarahin kalau beli banyak-banyak :P
Dulu saya nggak tahu detektif itu apa, tapi pas udah gede, malah jadi jatuh cinta banget-bangetan sama yang namanya D-E-T-E-K-T-I-F!

Membaca cerita-cerita detektif bikin saya lebih peka dengan lingkungan, dan itu berarti banget. Contohnya, waktu itu kucingnya Tami hilang (pergi dari rumah dan semalaman nggak balik). Saya nanya dia macam-macam, kayak gimana caranya si Niko (nama kucingnya) bisa keluar rumah, kira-kira jam berapa kejadiannya, dan kemungkinan si Niko diterkam anjing setempat (serem amat). Saya ngerasa jadi kayak orang paling sok tahu waktu itu, jadi nggak enak juga -_- And I was calling myself 'The 2nd Nancy Drew' via Twitter. That's so... embarrassing ._.

Gara-gara kecintaan saya dengan detektif, saya jadi berambisi untuk mengalahkan Agatha Christie atau Aoyama-sensei dalam hal bikin cerita detektif... dan saya baru aja sadar kalau semua itu tidak mungkin haha. But I'm working on it!

Monday, December 13, 2010

No More Yesterday, Tomorrow's All That Matters

Yes, that's right. No more yesterday, tomorrow's all that matters. Don't look back, or you'll never find an excellence.

But before, I want to thank Kris Allen for making such a good song titled From The Ashes. Good music, good lyric. I want to apologize to him too because (once again) I took the lyric for the title and inspiration of this post. Peace out, Bro :D

FINAL EXAM HAS DONE!
Yeah!

But, guys, I'm not that happy. I know there are some remedials, and I am sure I got into it for some subjects. Just like the title, tomorrow's all that matters. Yesterday is the final exam, and tomorrow is the remedial for the exam. Am I right?
So, by that mean, we shouldn't be happy about the-final-exam-has-done because there's another test waiting for us (except for you who's smart and the word IMPOSSIBLE doesn't exist in your dictionary)...

I don't know yet what subject I should get remedy, but... just wish me luck.
Remedial test is the real exam, you know.

Saturday, December 11, 2010

Too Much Books on My Desk!

Saya mungkin adalah orang terbego di dunia. Saya masih dalam masa-masa ujian semester, tapi masih aja buka laptop--buka internet--BUKA BLOG. Emang go-blog banget ya saya -_-

Karena masih dalam masa-masa ujian, jadi posting kali ini juga nyerempet-nyerempet ujian lah. Saya nggak mau ngomongin soal yang susahnya minta dicium, atau pengawas yang lebih baik ngawasin maling (ups maap pak, bu) daripada ngawasin orang ujian, atau teman yang pelit kasih contekan... Saya cuma pengen curhat tentang keadaan meja belajar saya yang berubah drastis dari nggak rapi menjadi berantakan.


TOO MUCH BOOKS ON MY DESK!

Off topic: Ya, again, saya minjem lagunya om Jason Mraz buat dijadiin judul dan referensi posting ini. Mungkin bagi kalian yang jago ngenglish (nge-English *maksa -_-*) pasti agak-agak rancu gitu ya kalimat 'too much books' itu hahaha. Biarin deh, saya kan pengen sok ngenglish juga, jadi salah-salah dikit maap yak.
Sebenarnya Too Much Books ini adalah lagu Too Much Food-nya Jason yang saya sulap jadi lagu Fisika. Ide awalnya muncul pas kelas 10, saya suka nyanyi-nyanyi lagu ini tapi liriknya diganti dengan fisika-fisika gitu deh. Tujuannya sih biar enak belajar fisikanya, tapi ternyata malah tambah buruk--malah asyik nyanyi-nyanyi sendiri -_-
Balik lagi ke masalah inti...
Meja belajar saya berantakan banget! Penuh dengan macam-macam benda; mulai dari buku sampai kabel-kabel pun ada di sana. Yang bikin berantakan sebenarnya sih buku. Karena hari senin nanti saya masih ulangan (Kimia pula) jadi saya belum mau beresin meja ini.

But I love books!
Bukan hanya sekedar novel-novel atau komik-komik, tapi BUKU! Saya suka buku. Buku itu kotak, terdiri dari banyak kertas, terus dijilid (ya elah orang amnesia juga tau kaleee!), berisi banyak ilmu pengetahuan dan... Dan saya paling suka kalau udah nulis-nulis di buku. Seperti membuat rangkuman, contohnya. Saya sukaaaaaa banget nulis. Tulisan saya emang jelek sih, tapi seneng aja kalau baca rangkuman dari tulisan sendiri hehehe.
The fact is... saya suka semua buku. Mau buku pelajaran sampai novel, saya suka. Nggak percaya? Hmm you shouldn't be. Saya suka buku pelajaran, hanya saja saya malas membacanya. Saya kan cuma bilang 'suka', nggak ditambahin kata 'membaca' di belakangnya.

Just like what Rancho from 3 Idiots said, book is...

Instrument and record analyse summarize organize debate and explained information that are elastative non-elastative hardbound paper back jacketed non-jacketed with forward introduction, table of contents, index that are intented for the enlightment, understanding enrichment enhancement and education human brain through sensory root of vision... sometimes touch!

Note penting: saya catat sendiri kata-kata Rancho itu pas nonton 3 Idiots lhooo hahaha

Sunday, December 5, 2010

Bukan Sekedar Nyanyi dan Joget-joget

Tumben ya saya bikin posting yang judulnya gak ngambil dari lagu orang? Hahahaha, suatu kemajuan buat saya untuk mengurangi plagiatisme (?)

Ada yang bisa nebak maksud judulnya apa? Hayooo hayooo... Kalo pada udah baca posting saya yang ini pasti tahu dah maksudnya. Kalo pada belum ya udah sih nggak maksa juga.

Gara-gara itu, saya jadi keranjingan pelem India (lagi). Waktu kecil, saya emang suka banget sama film India (sampai hapal lagunya dong) karena Mama juga suka. Saya bisa tebak judul film India yang lagi ditonton Mama dengan melihat aktor-aktornya HAHAHA *krik*
Tapi sekarang... sebagian otak saya sudah penuh dengan budaya barat. Film-film Hollywood yang emang lebih seru dari India, tapi beberapa diantaranya tidak menunjukkan pesan moral. Kalau boleh saya bilang, film-film India itu bagus-bagus loh, bukan hanya sekedar nyanyi dan joget-joget.


Dan saya nggak suka diketawain hanya karena saya suka film India.

Kemarin saya habis nonton film Ghajini, another wonderful movie played by Aamir Khan. Saya nggak tahu nih, kayaknya saya kena Ranchoism Syndrome deh haha *apacoba*
Saya nonton Ghajini juga nggak sembarangan nonton. Saya kan liat pemainnya dulu (biasalah, saya kan suka jadi fans-dadakan-tapi-bego gitu). Aamir Khan emang dasar cakep ya, mau dijadiin apa juga tetap menarik~

Ghajini adalah film thriller India pertama yang saya tonton. Mungkin sih, saya juga lupa. Film ini merupakan remake dari film Tamil berjudul sama, dan terinspirasi dari filmnya Christoper Nolan judulnya Memento. Film ini bagus banget (saya belum liat yang Memento sih), gabungan action, thriller, dan drama-romantic yang kuat. Beneran deh bagus. Sedih juga sih, tapi nggak sampai bikin saya nangis kayak 3 Idiots. Saya cuma merinding aja nontonnya--merinding sedih, tapi air matanya nggak keluar-keluar. Walaupun begitu, keren banget lah ini film. Saya juga kaget ngeliat perubahan fisik Aamir Khan dari film Ghajini ke 3 Idiots (beda fisik, gantengnya sama).

Aamir Khan as: Sanjay in GHAJINI (kiri) dan Rancho in 3 IDIOTS (kanan)

Kalau menurut saya, emang masih bagusan 3 Idiots, walaupun saya pecinta thriller-action macam Ghajini.

Film-film India yang bagus menurut saya (nggak sesuai urutan terbagusnya yaa):

1. Slumdog Millionaire



Pemenang 8 penghargaan di Oscar ke 81! Totally good movie. Mama saya sukaaaa banget sama ini film.

2. My Name is Khan



BAGUS! Saya sekeluarga nonton di bioskop waktu itu. Mama saya bilang: Mama lebih suka ini, Kak, dibanding film yang waktu itu (baca: Slumdog Millionaire)

3. 3 Idiots


No comment! Susah digambarkan dengan kata-kata hahaha. Mama saya bilang: Bagusan ini, Kak, daripada My Name is Khan.

4. Ghajini


TOP! Aamir Khan emang top (?) Mama saya no comment, karena dia belum nonton haha. Saya belum ngasih tahu kalau saya punya film ini, soalnya Mama nggak begitu suka sama action-action-an -_-

Banyak kok sebenernya film India yang bagus, kayak Kuch Kuch Hota Hai, tapi saya cuma list film-film yang terbaru aja. Kalian pada suka India nggak? Hahahaha kayaknya emang cuma saya ya -__- Saya emang gini nih, sekalinya nonton film bagus pasti langsung kebawa ke mana-mana hahaha.

Friday, December 3, 2010

If Tweet Kills Me

Tweet... tweet...


Saya adalah salah satu dari sekian pengguna Twitter di dunia. Saya juga salah satu dari sekian tweet-addict di dunia. Saya juga salah satu dari sekian fans Jason Mraz di dunia. Jadi kesimpulan posting ini adalah: saya mau ngomongin Twitter saya dengan mencomot judul lagu Jason Mraz buat dijadikan judul.

Bagi yang penasaran dengan tweet saya, sok atuh follow @widya_nurul. Nah, masalahnya... emangnya ada yang penasaran sama tweet saya ya? *mikir2jam*

Anyway, just like the title, Twitter is really killing me! Bayangkan, sekali update status, nggak akan berhenti. Benar-benar membunuh waktu, pekerjaan, duit, pikiran (ada sih yang update statusnya nggak mikir dulu, tapi pasti rata-rata pada mikir kan?), dan lain-lain.

Oh, iya, juga membunuh harga diri. Banyak remaja sekarang yang suka jelek-jelekin orang tuanya di Twitter. Masya Allah... kalau yang itu sih emang kagak mikir. Apa mereka nggak tahu ya kalau mereka bisa tweeting tuh karena orang tua yang beliin pulsa, bayarin internet, beliin HP! Mungkin saya pernah berbuat demikian, tapi nggak parah-parah amat--dan yang paling penting, I NEVER mentioned who I was talking about. Kalau mereka-mereka ini, dengan pedenya mengeluarkan kata-kata yang inappropriate banget, apalagi buat orang tua. Sadar, guys... Twitter bukan segalanya... *sok filsuf*

Mendingan ngomongin Twitter (nggak penting) saya aja ya. Kayaknya lebih asyik malah hahaha pede.

Profil Twitter saya sekarang haha tetep ijoooo (nggak pernah berubah dari awal bikin :P)

TWITTER MAKING & USERNAME
Saya bikin Twitter tanggal 5 Agustus 2009, berarti udah setahun lebih saya jadi Twitter user. Username widya_nurul yang saya pakai itu adalah nama asli saya (in case you didn't know). Awalnya saya nggak mau pake nama asli, tapi ternyata kalau pake nama asli itu ada untungnya juga lho. Kayak waktu itu saya ikutan live chat Jason Mraz (saya ngirimin pertanyaan buat dia lewat Twitter) dan DIA MENYEBUT NAMA SAYA dan saya senang dan saya susah tidur selama 2 hari dan akhirnya saya nggak nyesel deh pake nama asli buat username Twitter.
Lalu tanda underscore di tengahnya itu... honestly, saya ngikutin username-nya Jason Mraz, @jason_mraz, karena dia yang membuat saya tergoda untuk mencoba Twitter dan orang pertama yang saya follow :P Kayaknya saya beneran tergila-gila sama tuh orang yaaaaaa hahaha xD

FOLLOWING & FOLLOWERS
Oke, seperti yang saya bilang, orang pertama yang saya follow adalah uncle JASON MRAZ.
Kedua, Michael Buble (padahal waktu itu dia belum ngetweet sama sekali)
Ketiga, John Vesely (Secondhand Serenade)
Keempat, Alifio Setyawardhana
Kelima, Zachary Quinto
Mantep kan? Hahaha gila. Nah, follower pertama saya adalah--dengan sangat mengejutkan--SECONDHAND SERENADE/JOHN VESELY! Sebenernya sih ada orang lain yang jadi 1st follower saya, tapi dia unfollow saya -__- jadinya si John deh yang jadi 1st follower! Yeah! Tapi saya sih nggak peduli sama jumlah followers. Ada orang yang gila banget sama jumlah followers. It's no use at all.
Saya juga difollow sama artis lain loh (yang sebenarnya nggak patut dibanggakan juga sih):
-Tom Cruise
-The Script
-Orianthi
-Greyson Chance
-Spencer Pratt
-Heidi Montag
-Corbin Bleu
-Brian Harnois
HAHAHA seneng abis. Nggak nyangka juga mereka bakal follow saya. Kayak si Greyson, Tom Cruise sama Brian Harnois, saya nggak minta follow back tapi langsung difollow :)

DIRECT MESSAGES
Banyak yang nge-spam di DM saya -__- tapi saya pernah dikirimin DM sama John Vesely, Channing Tatum, dan Brian Harnois (ex-investigator di Ghost Hunters)!

Dari John Vesely :)

Dari Channing Tatum :)

Dari Brian Harnois :)

Sisanya sih ya gitu-gitu aja.

REPLIES & RETWEETS
Hahaha ini penting nih! Kebanyakan replies saya adalah dari temen-temen, tapi ada juga special replies dari the-unexpected-people!
Ada beberapa selebriti yang pernah reply tweet saya (ini juga sebenarnya biasa aja, tapi bikin saya heboh sendiri)
Howie Mandel (komedian & host TV shows)





Alex Mandel (anaknya Howie Mandel, dia sering jadi host acara TV juga)
Romi Dames (Hannah Montana fans should know her!)

Logan Browning (pemain film; Bratz the Movie)

Rachmania Arunita (penulis Eiffel, I'm in Love)



Tristan Prettyman (musician and Jason Mraz's girlfriend! *so happy I got these tweets*)

Sitta Karina (penulis favorit sayaaa)

Karla M. Nashar (penulis Tongkat Ajaib Lolita dan Love, Hate and Hocus Pocus)

Clio Freya (penulis Eiffel, Tolong!)

Kelly Clarkson (who doesn't know her; the 1st American Idol winner ever?!)


Lukman Sardi (huehehe my favorite Indonesian actor!)


Jim Beaver (pemain film; pemeran Bobby Singer di Supernatural)
Retweeted by Corbin Bleu
Retweeted by The Right Kind of Phrase (Jason Mraz community fan)
 Saya masih ngarep dibales sama Jared Leto, Adam Lambert atau Kris Allen sih (di saat semua itu tidak mungkin)... Saya pernah sampai 15 kali ngetweet dengan pertanyaan yang berbeda ke Adam Lambert tapi tetep kagak dibales :'( Maybe it wasn't my luck. Mungkin diantara kalian ada yang pernah dibales tweetnya oleh ketiga orang itu? Congratulations, then! Hahaha *miris*
Yang paling spesial sih mungkin dari Jason Mraz--walaupun nggak lewat Twitter tapi kan dia jawab pertanyaan saya gara-gara Twitter hehehehe :D


Thanks a lot, Twitter!

(Note: Sorry for this long long post. I just wanna talk about my Twitter haha and don't forget to follow me @widya_nurul, if you like to see some weird-but-little-funny tweets.)

Tuesday, November 30, 2010

3 Idiots: You Can Laugh and Cry at the Same Time (Like Me!)

Ya, saya habis nonton 3 Idiots. Pikiran pertama saya begitu denger judulnya: bagus nggak sih? Kayaknya standar India deh.
Apalagi pas liat posternya, pikiran saya: bagusan My Name Is Khan kemana-mana!



Eh, pas saya udah nonton, sumpah deh, saya tarik kata-kata saya itu dan nggak akan pernah saya keluarkan lagi.

3 IDIOTS IS LIKE THE BEST (INDIAN) MOVIE EVEEERRRR!!!

Sesuai judul posting ini, 3 Idiots benar-benar bikin kita ketawa dan nangis bersamaan! Ditambah lagu-lagunya yang beuuuuh... bikin sedih dan bikin semangat, jadi tambah keren deh ini film! Thumbs up!
Dulunya, saya cuma nangis gara-gara film Armageddon (just like what I said, klik di sini).
Dulunya, saya menganggap Vantage Point adalah my favorite movie of all time (baca ulasannya, klik di sini).
Dulunya, saya memang pecinta film India (apalagi Kuch Kuch Hota Hai) tapi abis itu enggak lagi.

Tapi sekarang, semua kata 'dulunya' di atas udah nggak jaman dengan adanya 3 Idiots!

Sinopsis:
Rancho (Aamir Khan), Farhan (R. Madhavan), dan Raju (Sharman Joshi) adalah teman sekamar di Imperial College of Engineering, India. Walaupun dengan latar belakang yang berbeda-beda, Rancho yang banyak akal (pinternya subhanallah), Farhan yang berwibawa, dan Raju yang taat agama dan serius, menjadi tiga sekawan yang sering banget bikin rektor mereka yang kolot, nggak punya belas kasihan, dan amit-amitlah pokoknya, Viru Sahastrabudhhe atau dipanggil ViruS (Boman Irani), kesel setengah mati. Apalagi ada mahasiswa yang nyebelin abis dan bertekad untuk mengalahkan tiga sekawan itu dalam hal apapun, Chatur atau Silencer (Omi Vadya). Mereka bertiga seringkali dipanggil Idiots oleh orang-orang kampus.
Masalah muncul saat Rancho jatuh cinta pada anak ViruS, Pia (Kareena Kapoor), dan Rancho menjadi mahasiswa terbaik di setiap semester (Farhan dan Raju jadi 2 mahasiswa terbawah). Farhan harus memenuhi keinginan ayahnya menjadi insinyur, padahal dia pengen jadi Wild Life Photographer. Sedangkan Raju harus terus kuliah dan berusaha mendapat pekerjaan dengan menaikkan nilai-nilainya, karena keluarganya sangat bergantung padanya (ayahnya yang tukang pos sakit dan kakak perempuannya telat nikah, karena gak punya biaya), tapi dia terancam dikeluarkan oleh ViruS karena membuat masalah. Di tengah semua itu, Rancho menyemangati mereka dengan kata-kata bijaknya--sampai suatu hari mereka bertiga membuat perjanjian dengan Chatur (atau tepatnya, Chatur yang nantangin mereka) bahwa dalam 10 tahun ke depan, siapa yang lebih sukses, berarti dialah yang menang.

Ki-ka: Pia, Farhan, Rancho, Raju
...
Film ini nggak cuma bisa bikin ketawa dan nangis, tapi banyak pesan moral dan inspiratif yang bisa dijadikan pedoman hidup (ceile)! Gila tuh si Rancho, coba ada satuuuu aja orang kayak dia, pasti saya kawinin! Saya selalu nangis pas bagian Rancho nolongin temen-temennya huhu terus Rancho cakep banget (?) *kagak ada hubungannya!* Saya juga akhir-akhir ini suka ngomong "Aal izz well... Aal izz well..." pas lagi kebingungan atau khawatir, kayak Rancho. Dahsyat abis ini orang!




Ki-ka: Farhan, Rancho, Raju
 
Clockwise: Raju, Rancho, Pia, Farhan


Aamir Khan, pemeran Rancho, aslinya umur 45 tahun (44 tahun pas syuting film)!!! Tapi dengan hebatnya dia memerankan anak kuliah umur 20 tahunan dan sama sekali nggak kelihatan tua! R. Madhavan, pemeran Farhan, juga udah kepala 4, tapi bisaaa aja keliatan muda. Another thumbs up for this movie (and Aamir Khan of course :D).

Bayangin, saya lagi ulangan Biologi aja tiba-tiba kepikiran scene paling sedih di 3 Idiots (ayo cari tahu sendiri hehe)! Ya udah deh, sistem gerak sama sirkulatori yang mati-matian saya pahami busssh hilang seketika, malah terngiang-ngiang lagu Aal Izz Well sama Jaane Nahin Denge Tujhe (lagu ini sedih abis) -__-

Gara-gara 3 Idiots, saya jadi semangat belajar (lupakan ulangan Biologi tadi) dan kuliah nanti insya Allah!!!

"Singa sirkus juga belajar untuk bisa duduk di kursi, hanya karena takut dicambuk. Kita menyebut singa ini terlatih, bukan terdidik."
-Ranchoddas "Rancho" Shamaldas Chanchad, 3 Idiots

"Jangan mengejar kesuksesan. Jadilah orang besar, maka kesuksesan akan mengikutimu."
-Ranchoddas "Rancho" Shamaldas Chanchad, 3 Idiots

"Hidup itu perlombaan. Jika kau tidak cekatan, maka kau akan diinjak-injak."
-Viru Sahastrabudhhe, 3 Idiots



Beberapa penggal kata-kata mutiara dari 3 Idiots.
Ayo nonton, it's very recommended for you guys! xD

Wednesday, November 24, 2010

Happy 2nd Birthday, Geek In The Green!

2nd anniversary...



Honestly, there's no special thing happened in November 23rd 2010, except for my friend Assa Kartika whose birthday is the same with GITG! (I said it before actually)

Setahun belakangan ini (tepatnya setelah posting tentang 1st anniversary nya GITG), saya jarang banget update blog. Eh sekalinya update malah ngomongin artis dan gak jelas pula hahaha (maap yak ._.) Sekarang kan saya udah kelas 2 SMA, jadinya ribet sama pelajaran yang makin hari juga makin nggak jelas.
Tugas numpuk, ulangan ngantri, banyak kegiatan... apa guru-guru nggak tahu kalau otak saya (kami, para murid) cuma SATU?

Ya sudahlah, saya mau balik lagi ke Fisika (ketahuan CCK ngeblog hahaha) tentang Usaha dan Energi. Besok ada 3 ulangan ngantri, minta ditabokin satu-satu. Wish me luck ya, guys!

Happy birthday, Geek In The Green!
Semoga posting-posting berikutnya semakin nggak jelas (?)

Sleep tight tonight, everyone...