ATTENTION!!!

Please respect the blog owner by not copying or quoting the blog's content without owner's permission.

You can quote any of the content, but:
1. You ask for the owner's permission (contact me here)
2. You put the direct link to this blog or to the specific post you quote.

Thank you.

Protected by Copyscape Unique Content Checker

Sunday, April 24, 2011

Can't Sleep (part 3)

Just re-read Detective Conan volume 35 and found this interesting dialog:

(read from right to left)

Pembunuh: Ke, kenapa? Kenapa kalian menolongku? KENAPA?!
Shinichi Kudo: Perlukah alasan? Aku tak tahu apa alasan manusia untuk saling bunuh. Tapi, untuk saling menolong... tak ada alasan yang logis, bukan?


---

It's 10 days to Shinichi Kudo's birthday!
Btw, Detective Conan's 15th movie titled Detective Conan: Quarter of Silence is released! But I have to wait at least 6 months to get the movie with English-subbed.




Demi Conan, mau nunggu berapa bulan pun saya jabanin! :D

Saturday, April 23, 2011

A Letter to Friends

It's not easy looking for friend.
Enemies are everywhere, but friends are just half of them.
It's not easy being good friend.
It takes a bad one to get a good one.

It's not easy to believe what your friends say.
They're not always good to you.
It's not easy to hook up with everyone around you.
When you don't have any friends.


I have friends but not so many.
I don't need many friends because they don't need me either.
I have friends that you can count with fingers.
But their kindness can't be counted even with expensive calculators.

I'm not a great friend, friends.
I'm not talking too much in the class.
I'm not smart.
I don't know about fashion.
I don't like Justin Bieber.
I'm not rich.
I don't go to cinema once a week.
I don't know recent gossips.
I'm not beautiful.
I don't listen to Lady Gaga, Katy Perry, or Eminem.
I don't like hip-hop.
I prefer writing than talking.
I'm not teacher's favorite.

I'm careless.
I'm unforgettable.
I'm a weirdo who's just sitting in front of laptop everyday.

But if you hate me, you can just tell me.
Don't talk about me behind me.
Don't mock me using fake name.
It's called coward.
You may say I'm a not-talking-too-much girl, but at least I'm not a coward like you.

This is a letter from me to you.
You, whom I called "friends".

Friday, April 22, 2011

Alan Wake

Halo. Saya balik lagi dengan posting gaje, kali ini tentang game. Maaf ya sebelumnya, tapi saya lagi excited banget sama game ini wahahaha.

Sekitar dua mingguan yang lalu saya sama adek-adek pergi ke Ratu Plaza buat beli kaset Xbox dan DVD. Game yang saya beli adalah CSI: Deadly Intent dan Alan Wake. Sebenernya saya ngincer CSI nya sih, tapi karena covernya Alan Wake yang menantang (?) saya jadi beli dua-duanya. Yang pertama saya mainin adalah CSI. Girang banget, berasa jadi detektif beneran. Meriksa mayat, crime scene, wawancara saksi mata, beuh... insting detektif saya langsung muncul hahahahah.

Tapi, yang saya mau bahas sekarang adalah ALAN WAKE.


Sesuai covernya, game ini bergenre psychological action thriller. Nggak horor sih, tapi atmosfir dan sound effect-nya yang membuat adek saya mengkategorikan game ini sebagai game horor. Nggak sehoror Hotel 626 kok.

Plot:
Seorang penulis thriller best-seller yang sedang mengalami writer's block selama kurang lebih dua tahun bernama Alan Wake sedang berlibur bersama istrinya yang punya fobia gelap, Alice, ke sebuah kota kecil Bright Falls, dengan harapan agar Alan bisa menemukan kreativitas dan inspirasinya kembali untuk menulis. Tapi tiba-tiba Alice menghilang dan Alan mulai mengalami penglihatan-penglihatan aneh tentang karakter dan ide dari novel terbarunya berjudul Departure, yang ia tak ingat pernah menulisnya, menjadi kenyataan. Alan harus memecahkan misteri hilangnya Alice sambil melawan figur-figur kegelapan (sosok penduduk-penduduk Bright Falls yang diselimuti bayangan gelap) alias "The Taken".

Seru kan? Hahaha saya sih demen yang beginian. Atmosfir horornya mulai kerasa pas malem-malem dan si Alan Wake ini (dengan berani-beraninya) menjelajahi hutan sendirian dengan bekal senter dan revolver -- kalau beruntung bisa nemu shotgun -- yang pelurunya bisa ditemukan di mana-mana (kalau beruntung juga). Nah, The Taken takut sama cahaya, jadi kalau ada mereka tinggal arahin aja senternya ke mereka terus tembak deh.

Salah satu screenshot Alan Wake. Mantap kan settingnya?

Di game ini juga banyak objek yang bisa dikoleksi, yaitu termos kopi (saya juga nggak tau kenapa harus termos kopi) dan manuscript dari novel Departure. Game ini dibuat kayak TV miniseries, dibagi ke 6 episode -- saya lagi berdoa biar dibuat serial TV beneran. Masing-masing episode ada scriptnya, kita bisa baca script nya kayak baca novel, tapi tentu lebih seru kalau scriptnya udah terkumpul lengkap. Gunanya script itu juga kita bisa lebih memahami cerita game itu selanjutnya.

Oh iya, saya juga baru tahu kalau tokoh-tokoh di Alan Wake itu based on real life models. Pantes aja mirip banget kayak manusia beneran haha. Yang memerankan Alan Wake itu model dari Finlandia namanya Ilkka Villi. Ganteng sih lumayan wkwkwk (lhaaa Alan Wake nya aja ganteng). Pliiiiisssss banget bikin film/series nya dong kayak Max Payne (yang juga dibuat oleh studio game yang sama dengan Alan Wake, Remedy Entertainment). Saya bakal jadi penonton setia deh hahahahaha.

Dare to play?
Nyok kita liat dulu trailernya, baru deh buat keputusan mau main atau enggak :)



(Sumber video)

Untuk informasi lebih lanjut, go to www.alanwake.com