ATTENTION!!!

Please respect the blog owner by not copying or quoting the blog's content without owner's permission.

You can quote any of the content, but:
1. You ask for the owner's permission (contact me here)
2. You put the direct link to this blog or to the specific post you quote.

Thank you.

Protected by Copyscape Unique Content Checker

Friday, April 22, 2011

Alan Wake

Halo. Saya balik lagi dengan posting gaje, kali ini tentang game. Maaf ya sebelumnya, tapi saya lagi excited banget sama game ini wahahaha.

Sekitar dua mingguan yang lalu saya sama adek-adek pergi ke Ratu Plaza buat beli kaset Xbox dan DVD. Game yang saya beli adalah CSI: Deadly Intent dan Alan Wake. Sebenernya saya ngincer CSI nya sih, tapi karena covernya Alan Wake yang menantang (?) saya jadi beli dua-duanya. Yang pertama saya mainin adalah CSI. Girang banget, berasa jadi detektif beneran. Meriksa mayat, crime scene, wawancara saksi mata, beuh... insting detektif saya langsung muncul hahahahah.

Tapi, yang saya mau bahas sekarang adalah ALAN WAKE.


Sesuai covernya, game ini bergenre psychological action thriller. Nggak horor sih, tapi atmosfir dan sound effect-nya yang membuat adek saya mengkategorikan game ini sebagai game horor. Nggak sehoror Hotel 626 kok.

Plot:
Seorang penulis thriller best-seller yang sedang mengalami writer's block selama kurang lebih dua tahun bernama Alan Wake sedang berlibur bersama istrinya yang punya fobia gelap, Alice, ke sebuah kota kecil Bright Falls, dengan harapan agar Alan bisa menemukan kreativitas dan inspirasinya kembali untuk menulis. Tapi tiba-tiba Alice menghilang dan Alan mulai mengalami penglihatan-penglihatan aneh tentang karakter dan ide dari novel terbarunya berjudul Departure, yang ia tak ingat pernah menulisnya, menjadi kenyataan. Alan harus memecahkan misteri hilangnya Alice sambil melawan figur-figur kegelapan (sosok penduduk-penduduk Bright Falls yang diselimuti bayangan gelap) alias "The Taken".

Seru kan? Hahaha saya sih demen yang beginian. Atmosfir horornya mulai kerasa pas malem-malem dan si Alan Wake ini (dengan berani-beraninya) menjelajahi hutan sendirian dengan bekal senter dan revolver -- kalau beruntung bisa nemu shotgun -- yang pelurunya bisa ditemukan di mana-mana (kalau beruntung juga). Nah, The Taken takut sama cahaya, jadi kalau ada mereka tinggal arahin aja senternya ke mereka terus tembak deh.

Salah satu screenshot Alan Wake. Mantap kan settingnya?

Di game ini juga banyak objek yang bisa dikoleksi, yaitu termos kopi (saya juga nggak tau kenapa harus termos kopi) dan manuscript dari novel Departure. Game ini dibuat kayak TV miniseries, dibagi ke 6 episode -- saya lagi berdoa biar dibuat serial TV beneran. Masing-masing episode ada scriptnya, kita bisa baca script nya kayak baca novel, tapi tentu lebih seru kalau scriptnya udah terkumpul lengkap. Gunanya script itu juga kita bisa lebih memahami cerita game itu selanjutnya.

Oh iya, saya juga baru tahu kalau tokoh-tokoh di Alan Wake itu based on real life models. Pantes aja mirip banget kayak manusia beneran haha. Yang memerankan Alan Wake itu model dari Finlandia namanya Ilkka Villi. Ganteng sih lumayan wkwkwk (lhaaa Alan Wake nya aja ganteng). Pliiiiisssss banget bikin film/series nya dong kayak Max Payne (yang juga dibuat oleh studio game yang sama dengan Alan Wake, Remedy Entertainment). Saya bakal jadi penonton setia deh hahahahaha.

Dare to play?
Nyok kita liat dulu trailernya, baru deh buat keputusan mau main atau enggak :)



(Sumber video)

Untuk informasi lebih lanjut, go to www.alanwake.com

No comments:

Post a Comment

Tell me what do you think about this posting. Anything! Good or bad, I'm ready to receive it.