ATTENTION!!!

Please respect the blog owner by not copying or quoting the blog's content without owner's permission.

You can quote any of the content, but:
1. You ask for the owner's permission (contact me here)
2. You put the direct link to this blog or to the specific post you quote.

Thank you.

Protected by Copyscape Unique Content Checker

Sunday, June 24, 2012

Mraz, June, Love, and Tour Are Four Letter Words

Finally got to see Jason Mraz for the 2nd time in 7 months (check Mraz in Bali)! Call me crazy, but that's what a dedicated fan would do. Saya sih belum ada apa-apanya dibanding orang-orang yang sudah lebih dulu ngefans, yang sudah pergi ke konsernya lima kali lebih (yep, Indonesia + other countries). If I was 17 or older when I first knew Jason, this would have been my 3rd time (with the first being Java Jazz concert, which I wasn't allowed to attend cause I was still 14 and was about to graduate from middle school *cries*).



Tour Is a Four Letter Word merupakan tur untuk mempromosikan album baru Jason Mraz yang berjudul Love Is a Four Letter Word. Sudah punya albumnya? Kalau belum, silakan cari di toko kaset terdekat, jangan yang jauh-jauh biar hemat ongkos karena harga CD-nya 85 ribu rupiah (promosi dikit). Gara-gara album ini, semuanya jadi serba 'four letter word'. Yah, cari ajalah sendiri kata-kata yang terdiri dari 4 huruf yang berhubungan sama si Mr. A-Z ini, pasti banyak banget!

Tapi, lagi-lagi konser Jason Mraz menjadi guilty pleasure buat saya. Waktu konser di Bali, saya sedang berada di tengah-tengah ulangan harian, dan nekat banget ninggalin itu semua demi Jason. Sekarang, setelah agak tenang karena SNMPTN sudah selesai, ternyata ada satu hal yang mengganjal di hati saya: tidak bisa menghadiri Benteng Batu Awards, semacam acara terakhir (prom) angkatan saya di SMA. Rasanya sedih, tapi saya tidak bisa menolak konser ini karena saya sudah membeli tiketnya jauh sebelum adanya pemberitahuan tentang BBA. Jadi kalau malam kemarin semua teman-teman saya mengucapkan terima kasih ke angkatan Benteng Batu, saya malah berterima kasih ke Jason. Was it pathetic or what?