ATTENTION!!!

Please respect the blog owner by not copying or quoting the blog's content without owner's permission.

You can quote any of the content, but:
1. You ask for the owner's permission (contact me here)
2. You put the direct link to this blog or to the specific post you quote.

Thank you.

Protected by Copyscape Unique Content Checker

Sunday, October 4, 2009

The Final Destination: LIKE THIS!

Waduh. Sepertinya saya telat melulu kalau ngepost sesuatu. Maklum lah bener-bener sibuk.

Tanggal 30 September kemarin (pas memperingati G 30 S/PKI, jadi benderanya dikibarin setengah tiang---ya begitulah), saya sama BFFs nonton bareng di Ekalokasari 21. Film yang kita tonton juga nggak tanggung-tanggung (kalau ditonton di hari G 30 S/PKI), THE FINAL DESTINATION.

Well, perjuangan saya untuk mendapat izin dari Mamz biar bisa ikut nonton juga nggak nanggung-nanggung. Tapi saya nggak mau cerita ah, nanti malah ngomongin itu, bukannya The Final Destination itu sendiri haha.

Sebagai penggemar berat film horor alias horror mania (sebutan ini nggak berlaku saat saya pertama main Hotel 626), ya saya excited banget lah nonton film ini. Saya emang sukaaaaa berat---nyampe bisa nyaingin berat badan saya---sama franchise Final Destination. Iiiih mantep abis dah ni film!
Saya nggak mau ngebahas ringkasan cerita The Final Destination ini, saya cuma mau ngebahas tentang tanggapan dan perasaaan saya terhadap film ini. Kalau penasaran, baca review The Final Destination yang saya post di blog film saya.



Sebelum itu, saya mau ngenalin BFFs saya yang ikut nonton waktu itu:
Ophie
Avie
*cape deh pake acara perkenalan segala!*




Rest In Pieces

Yeah. Itu tagline nya The Final Destination. Agak-agak gimanaaaa gitu yaaaa?!
Saya belum pernah liat trailernya (sama sekali nggak punya gambaran tentang filmnya), biar maksudnya surprise gitu pas nontonnya. Tapi penasaran juga. Si Fio bilang, katanya ni film jijay bajay gitu, banyak darahnya trus banyak organ2 tubuh manusia yang diliatin. Sekilas saya berfikir: Ini film horor atau film tentang Biologi ya?

Film pun dimulai.

-------
-------
-------
-------

Film pun selesai.

Saya ngeliat Ophie geleng-geleng kepala. Makna gelengan kepalanya: Kapok gw nonton film ini!
Avie ngacungin jempol. Makna acungan jempolnya: Not bad. Cukup keren.
Fio tanpa ekspresi. Maknanya: Biasa aja. Karena nonton ama BFFs jadi luar biasa.
Sedangkan saya ama Diba tatap-tatapan. Makna tatapan kita: KEREN, MANTEP, AJIB BANGET FILM INI...!!!

Ya! Saya nggak rugi nonton The Final Destination. Biarpun kata orang serem, jijay, menggelikan, garing atau apalah, yang penting saya menikmatinya! Yeah, memang beberapa adegan itu sadis banget dan menjijikan, tapi saya cukup merem sebentar (atau malah nggak merem), nggak sampai teriak-teriak nggak jelas kayak cewek-cewek SMP yang duduk di sampingnya Fio.
Not bad lah untuk ukuran film horor/thriller.

Eits. Bukan berarti saya nggak teriak juga pas nonton film ini.
Satu scene yang bikin saya teriak sampai mukulin Diba.
Yaitu scene yang ada ULARNYA!!
Ya ya ya saya tahu itu nggak ada hubungannya ama film ini. Tapi di salah satu scene, Nick (si pemeran utama The Final Destination yang cute banget---jadi naksir saya haha) mendapat suatu penglihatan yang ada hubungannya ama ular! Eh taunya itu cuma sebuah lambang yang emang ada gambar ularnya disitu. Iya, CUMA GAMBAR. Tapi di penglihatannya Nick, ular itu ular asli, yang muncul nggak sampai 10 detik, dan cukup membuat saya kaget dan ketakutan!!!

Saya memang suka film ini. Tapi kalau nonton dua kali, hmm... saya harus mikir-mikir dulu. Rugi soalnya. Mendingan cari film lain. Hehehe.

Oke dah segini dulu postingan saya, karena saya mau belajar buat Mid Test (tumben banget ya saya belajar). Oh ya, mungkin saya akan vakum beberapa hari soalnya ada Mid Test itu. Yeah, sesuatu yang tak ditunggu-tunggu pasti akan datang menghampiri.

See you in the next posting,
The Geek In The Green

No comments:

Post a Comment

Tell me what do you think about this posting. Anything! Good or bad, I'm ready to receive it.